Penguatan Sistem Informasi Bagi Layanan Kesehatan di Posyandu

  • 30 Sep 2024 18:14 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Pengembangan teknologi yang diterapkan dalam memudahkan pelayanan salah satunya terkait kesehatan tidak selalu diterima dengan mudah, seperti pengabdian ke masyarakat yang dilakukan Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) dengan mengenalkan sistem informasi Posyandu kesehatan ibu dan anak.

Program sistem informasi Posyandu (SIP) kesehatan ibu dan anak yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat oleh Dosen Jurusan Informatika FTI UII Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. dan Rahadian Kurniawan, S.Kom., M.Kom ini pun telah dilakukan dan ada yang berhasil maupun gagal.

Melihat latar belakang tersebut, Cicin Hardiyanti Mahasiswa Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII di bawah bimbingan Dr. Sri Kusumadewi dan Rahadian Kurniawan melakukan penelitian yang dituangkan dalam tesisnya sekaligus menjadi titik awal keilmuan pada konsentrasi informatika medis.

Cicin mengatakan, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan SIP kesehatan ibu dan anak dengan model HOT Fit (Human, Organization, Technology, dan Fit). Selain menggunakan model HOT Fit, penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitiatif dengan fishbone diagram untuk memetakan faktor-faktor kegagalan implementasi sistem.

Cicin menjelaskan, terdapat dua Posyandu yang menjadi fokus penelitiannya yakni Posyandu Bimomartani dan Posyandu Tirtorahayu. Pada Posyandu Bimomartani pelaksanaan SIP ini berjalan beberapa bulan, karena memang kader dan bidan tidak menggunakan sistem dan pencatatan kembali dilakukan secara manual, sedangkan di Posyandu Tirtorahayu berjalan cukup baik bahkan hingga sekarang kurang lebih sekitar dua tahun.

"Sistem informasi ini memang penting sekali untuk ada di layanan kesehatan terutama di Posyandu, karena Posyandu ini sendirikan merupakan layanan kesehatan tingkat dasar untuk pemantauan kesehatan ibu dan juga anak, kemudian juga terkait dengan kegagalan sistem. Nah, kegagalan sistem ini perlu saya evaluasi, sehingga nanti apabila ingin mengimplementasikan sistem di tempat lain, dari evaluasi yang kegagalan ini bisa dihindari," kata Cicin, Senin (30/9/2024).

Cicin menjelaskan, pada model HOT Fit diterapkan delapan variabel untuk menentukan keberhasilan sistem terkait, kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, organisasi, hingga net benefit.

Dari penelitiannya, Cicin mengungkapkan, faktor-faktor yang mempengaruhi kegagalan implementasi sistem informasi di Bimomartani, karena kualitas sistem meliputi kesulitan login ke sistem informasi sehingga dapat mempengaruhi minat pengguna, terbatasnya akses internet, dan sistem informasi yang belum terintegrasi dengan sistem yang ada di Puskesmas. Kualitas Informasi yaitu sistem yang belum sesuai kebutuhan dan belum lengkap, sedangkan Motivasi Kader, menurunnya motivasi kader menggunakan sistem informasi, akibatnya kader lebih memilih kembali ke metode pencatatan manual yang dianggap tidak membebani.

"Komunikasi di Posyandu Bimomartani, masalah sistem disampaikan melalui pihak ketiga, memperlambat respons dan meningkatkan risiko kesalahan informasi. Pandemi COVID-19 memperburuk komunikasi antara tim pengembang dan Posyandu, akibatnya penerimaan pengguna menurun," ujar Cicin.

Sementara faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi di Tirtorahayu diungkapkan Cicin, berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diketahui hipotesis-hipotesis yang berpengaruh positif dan signifikan yaitu dari sisi teknologi kualitas sistem berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Tidak hanya kualitas sistem, kualitas informasi dan kualitas layanan juga berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem dan kepuasan pengguna.

Dari sisi manusia, penggunaan sistem berpengaruh positif terhadap manfaat bersih, kepuasan pengguna juga berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem dan manfaat bersih. Sedangkan dari sisi organisasi yaitu dukungan perangkat desa tidak berpengaruh positif terhadap manfaat bersih.

"Namun, sebenarnya perangkat desa bukan benar-benar tidak mendukung, hanya saja dukungan yang diberikan perangkat desa tidak termasuk dalam indikator penelitian ini. Dukungan yang diberikan oleh perangkat desa seperti menyediakan ruang pertemuan antara Kader dan tim pengembang, menandatangani MoU implementasi sistem," kata Cicin, menambahkan.

Sedang untuk Motivasi Kader di Tirtorahayu, kemudahan penggunaan, keakuratan, kelengkapan, dan efektivitas sistem juga menjadi faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi di Posyandu Tirtorahayu. Faktor-faktor keberhasilan sistem dapat dijadikan pedoman apabila akan melakukan implementasi sistem informasi Posyandu. "Adapun faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, penggunaan sistem dan Net benefit," lanjut Cicin.

Ketua Program Studi Informatika, Program Magister FTI UII Ir. Irving Vitra Paputungan, S.T., M.Sc., Ph.D mengatakan, Cicin Hardiyanti sebagai mahasiswa S2 Magister Informatika Universitas Islam Indonesia, konsentrasi Informatika Medis, telah meraih suatu pencapaian yang sangat membanggakan

Irving mengungkapkan, 'Evaluasi Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Sistem Informasi Posyandu Kesehatan Ibu dan Anak Menggunakan Model HOT FIT dan Analisis Kualitatif dengan Fishbone Diagram' merupakan penelitiannya yang dibimbing Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. dan Rahadian Kurniawan, S.Kom., M.Kom. "Ini salah satu kolaborasi juga antara dosen dan mahasiswa kaitannya juga untuk pengabdian masyarakat," kata Ir. Irving.

Irving mengungkapkan, Cicin telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dalam menempuh pendidikan ini. Dari berbagai tantangan yang dihadapi hingga penelitian yang dilakukan, semua itu adalah bukti nyata dari semangat belajarnya. "Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang di dunia profesional. Dunia ini terus berubah, dan kita juga harus fleksibel dalam cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Di hadapan Saudara terbentang masa depan yang penuh dengan peluang, tetapi juga tantangan," ujar Ir. Irving. (yan/par)

Rekomendasi Berita