Ahli UGM Ungkap Potensi dan Risiko Inbreeding pada Ayam Ketawa

  • 06 Okt 2026 15:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perkawinan antarayam yang memiliki hubungan kekerabatan atau inbreeding dapat menjadi salah satu metode dalam pemuliaan ayam ketawa untuk mempertahankan dan menyeragamkan karakter genetik tertentu. Namun, penerapannya perlu dilakukan secara terencana dan disertai seleksi yang ketat agar tidak menurunkan kualitas biologis keturunan.

Kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) Prof. Dyah Maharani menjelaskan bahwa inbreeding dapat digunakan ketika peternak ingin mempertahankan karakter unggul, seperti suara, tipe suara, postur, hingga warna bulu.

"Inbreeding bukan berarti secara otomatis menghasilkan keturunan yang lebih unggul. Metode ini terutama berfungsi meningkatkan keseragaman genetik. Keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas induk yang dipilih dan ketelitian dalam melakukan seleksi," ujar Prof. Rani, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, perkawinan individu sekerabat meningkatkan peluang keturunan menerima alel yang sama dari kedua induknya (homozigositas), sehingga sifat tertentu menjadi lebih seragam pada generasi berikutnya. Namun, ia mengingatkan bahwa metode tersebut juga memperbesar peluang munculnya gen resesif yang merugikan maupun kelainan genetik yang sebelumnya tersembunyi.

"Seekor ayam dapat membawa alel resesif yang tidak terlihat pada penampilannya. Ketika dua ayam yang sama-sama membawa alel resesif tersebut dikawinkan, peluang anak menerima alel resesif dari kedua induknya menjadi lebih besar," katanya.

Selain itu, inbreeding yang dilakukan terlalu sering tanpa pengelolaan yang baik dapat memicu inbreeding depression, yakni penurunan performa biologis seperti pertumbuhan terhambat, daya tahan tubuh rendah, fertilitas atau daya tetas rendah, hingga lemahnya vitalitas anak ayam.

Oleh karena itu, Prof. Rani menekankan pentingnya pencatatan rekam jejak keturunan (pedigree), evaluasi berkala, serta menghindari perkawinan sekerabat yang terlalu dekat secara berulang tanpa tujuan jelas. Peternak juga diminta tidak hanya berfokus pada keindahan suara, tetapi wajib memperhatikan aspek kesehatan dan reproduksi ternak.

"Inbreeding adalah alat pemuliaan, bukan tujuan akhir. Jika digunakan secara terencana dan disertai seleksi yang ketat, inbreeding dapat membantu memperkuat dan menyeragamkan karakter unggul ayam ketawa. Namun, jika dilakukan tanpa pengendalian, metode yang sama dapat memperbesar munculnya sifat merugikan dan menurunkan kualitas biologis ayam," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....