Belasan Kampus Indonesia Bahas Kurikulum Adaptif di UGM

  • 29 Sep 2026 15:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Pendidikan merupakan investasi strategis yang proses transformasinya berlangsung terus-menerus. Sebanyak 11 perguruan tinggi di Indonesia berkumpul di Kampus Universitas Gadjah Mada untuk membahas transformasi kurikulum dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja pada 28–30 September 2026.

Kegiatan bertajuk ELEVATE Higher Education (HE) Workshop 2: The Modern Curriculum & Graduate Readiness ini menghadirkan berbagai pakar pendidikan dunia. Salah satunya adalah pengajar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Tsinghua Southeast Asia Prof Edward Crawley.

Edward Crawley menyampaikan bahwa perguruan tinggi perlu terhubung dengan industri, pemerintah, hingga organisasi nirlaba melalui pertukaran pengetahuan. Inovasi kampus harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

"Universitas tidak akan berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat jika hanya memikirkan apa yang mereka kerjakan sendiri," ujarnya.

Pandangan senada disampaikan pakar dari Australian National University Prof Hamish Coates. Ia menekankan bahwa kontribusi perguruan tinggi perlu dilihat dari dampak yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar infrastruktur yang dimiliki.

"Kita harus berfokus pada hasil yang dirasakan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Dr Suyoto dari United in Diversity mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada kelulusan semata. Keberhasilan diukur dari kemampuan lulusan menghadapi dunia yang belum sepenuhnya dapat diprediksi.

"Ketika kita berhenti mentransformasi universitas, kurikulum, cara mengajar, serta cara terhubung dengan industri, berarti kita menghentikan proses transformasi itu sendiri," ucapnya.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof dr Gandes Retno Rahayu PhD menjelaskan, pengembangan kurikulum adaptif menjadi respons UGM dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan kerja. Melalui skema second major, minor, hingga fast track, mahasiswa dibekali kedalaman ilmu sekaligus kompetensi lintas disiplin.

"Kita perlu terus melakukan inovasi karena perubahan akan selalu terjadi dan setiap perubahan menghadirkan peluang," katanya.

Gandes mencontohkan reorientasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM yang kini lebih menekankan pengalaman belajar dan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui workshop ELEVATE HE ini, 11 perguruan tinggi berkomitmen memodernisasi kurikulum serta mengintegrasikan kemampuan digital dan kecerdasan artifisial bagi mahasiswa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....