Faperta UGM Tembus Peringkat 200 Dunia Bidang Pertanian
- 29 Sep 2026 15:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta UGM) berkomitmen terus memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang mengedepankan keberlanjutan serta pemulihan lingkungan pada peringatan 80 tahun perjalanannya.
Rektor UGM Prof dr Ova Emilia PhD dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir Faperta UGM telah secara konsisten mendorong pengembangan teknologi pertanian modern. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui inisiasi Smart Eco-Bioproduction untuk mendukung sistem pertanian regeneratif.
Pendekatan Smart Eco-Bioproduction ini tidak hanya berhenti pada pengembangan konsep di atas kertas semata. Inovasi tersebut telah terintegrasi secara utuh ke dalam kurikulum pembelajaran, kegiatan penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat di lingkungan kampus.
Ova Emilia menilai bahwa jajaran sivitas akademika Faperta UGM juga berhasil membangun ekosistem pendukung yang solid. Transformasi berkelanjutan ini dinilai menjadi pondasi penting dalam menjawab tantangan krisis pangan dan perubahan iklim di masa depan.
"Pendekatan ini tidak hanya berhenti pada pengembangan konsep, tetapi juga telah termuat dalam kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan ekosistem pendukung di lingkungan fakultas," ujarnya pada Selasa, 29 September 2026.
Kerja keras dan transformasi yang dilakukan jajaran Faperta UGM tersebut tercermin pula dalam capaian di tingkat global. Faperta UGM berhasil menempati peringkat 151–200 dunia dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Agriculture and Forestry.
Menurut Ova Emilia, prestasi internasional ini merupakan salah satu bukti nyata atas peningkatan kualitas pendidikan dan riset yang dijalankan Faperta UGM dalam beberapa tahun terakhir. Pihaknya berharap capaian ini semakin memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi bagi kemajuan pertanian Indonesia.
"Kita bisa mengatakan bahwa ranking bukan segalanya, tetapi ini merupakan indikator bahwa kita bekerja ke arah yang benar," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....