Pakar UGM Ungkap Penyebab Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan

  • 10 Sep 2026 11:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Erupsi enam gunung api di Indonesia secara relatif bersamaan tergolong fenomena tidak biasa dalam beberapa dekade terakhir. Kendati demikian, peristiwa yang melibatkan Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ile Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung ini tidak mengindikasikan keberadaan satu sistem vulkanik yang sama.

Dosen Fakultas Geografi UGM Indranova Suhendro menjelaskan setiap gunung api memiliki karakteristik, siklus aktivitas, serta sistem magma lokal tersendiri. Kesamaan waktu erupsi saat ini merupakan persinggungan siklus aktivitas yang kebetulan beririsan.

“Saat ini gunung-gunung yang mengalami erupsi berada pada posisi yang sangat jauh antara satu dengan yang lain, sehingga untuk membangkitkan satu sama lain itu nyaris tidak mungkin. Menurut saya ini lebih ke masalah timing,” katanya, Selasa, 8 September 2026.

Indranova memaparkan mekanisme erupsi tiap gunung juga berbeda. Erupsi di Sinabung, Ibu, dan Semeru didominasi proses freatik akibat pemanasan air di dalam tubuh gunung oleh magma. Sebaliknya, Anak Krakatau mengalami erupsi magmatik bersifat eksplosif akibat dekompresi gas yang intens.

Meski bekerja secara internal, faktor eksternal seperti gempa tektonik dapat memicu aktivitas vulkanik pada kondisi tertentu. Indranova mencontohkan Peningkatan aktivitas di Lewotobi Laki-laki dan Ile Lewotolok yang dipicu oleh guncangan gempa Flores.

“Bukti bahwa gejala aktivitas kegempaan vulkanik pada Gunung Lewotolok dan Lewotobi Laki-laki meningkat drastis pascagempa menjadi penanda kuat bahwa mereka dibangunkan oleh aktivitas kegempaan Flores,” ucapnya.

Mengingat dampak bahaya yang bervariasi, mulai dari awan panas, aliran lahar, hingga sebaran abu vulkanik, masyarakat diimbau untuk memantau status gunung serta peta kawasan rawan bencana melalui platform MAGMA Indonesia.

“Jika kita memang mau menciptakan mitigasi yang baik, kita harus bisa mengombinasikan semua elemen antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....