New York Batasi AI untuk Siswa Muda

  • 07 Sep 2026 10:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — New York City mengambil langkah tegas membatasi penggunaan kecerdasan buatan di sekolah. Kebijakan itu berlaku bagi lebih dari 600 ribu siswa hingga kelas delapan selama tahun ajaran 2026-2027.

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengumumkan kebijakan tersebut pada 2 September 2026. Pemerintah kota menjadikan aturan ini sebagai moratorium selama satu tahun untuk mengevaluasi dampak AI terhadap pembelajaran anak.

Pembatasan menyasar berbagai aplikasi student-facing generative AI yang digunakan langsung oleh siswa. Pemerintah ingin memastikan teknologi tidak menggantikan proses belajar, berpikir, dan interaksi siswa dengan guru.

Selain AI generatif, pemerintah juga memperketat penggunaan perangkat digital di sekolah. Batas waktu penggunaan layar turut diterapkan, sementara chatbot yang dirancang sebagai teman emosional diblokir.

Sekitar 40 aplikasi pembelajaran berbasis AI juga akan dicabut atau dimodifikasi. Aplikasi tersebut sebelumnya digunakan untuk membantu pembelajaran matematika hingga kemampuan membaca.

Guru tetap diperbolehkan memanfaatkan AI untuk membantu pekerjaan tertentu. Namun, teknologi tersebut tidak boleh digunakan untuk memberikan nilai terhadap tugas siswa.

Kebijakan New York didorong kekhawatiran terhadap ketergantungan anak pada teknologi instan. Penggunaan AI dinilai berpotensi mengurangi kesempatan siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas.

Langkah tersebut bukan berarti New York menutup seluruh akses terhadap AI. Siswa sekolah menengah atas masih dapat mengikuti literasi AI dan program percontohan dengan pengawasan.

Kebijakan ini berbeda dengan pendekatan Indonesia yang justru mulai mengenalkan coding dan AI di sekolah. Kemendikdasmen memilih mengatur penggunaan AI berdasarkan usia, keamanan, etika, serta pendampingan guru dan orang tua.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI di pendidikan masih menjadi perdebatan global. Tantangannya adalah menemukan titik seimbang antara penguasaan teknologi dan perlindungan proses belajar anak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....