WhatsApp Uji Fitur Peringatan Chat Penipuan
- 05 Sep 2026 10:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — WhatsApp tengah menguji fitur yang membantu pengguna mengenali pesan mencurigakan dari nomor tak dikenal. Fitur bernama Scam Alert tersebut memberikan peringatan langsung di dalam ruang percakapan.
Scam Alert menggunakan teknologi machine learning yang bekerja langsung pada perangkat pengguna. Sistem menilai pola percakapan dan sinyal bahasa yang berpotensi berkaitan dengan modus penipuan.
Fitur ini tidak langsung aktif setelah pengguna memasangnya. Pengguna harus mengaktifkan Scam Alert secara manual melalui pengaturan WhatsApp.
Setelah aktif, sistem memeriksa pesan dari kontak yang belum tersimpan di perangkat. Jika menemukan indikasi penipuan, WhatsApp menampilkan label peringatan di dalam chat.
Peringatan tersebut hanya dapat dilihat oleh penerima pesan. Pengirim tidak akan mengetahui bahwa percakapannya telah ditandai sebagai berpotensi penipuan.
Pengguna kemudian dapat memilih untuk memblokir atau melaporkan pengirim. WhatsApp juga menyediakan opsi menandai percakapan sebagai terpercaya jika peringatan dianggap keliru.
| Baca juga: Google Rilis Fitur Deteksi Panggilan Palsu |
Jika percakapan ditandai terpercaya, peringatan akan dihapus dari ruang chat tersebut. Pesan berikutnya dari kontak yang sama juga tidak kembali ditandai sebagai potensi penipuan.
Dari sisi privasi, analisis Scam Alert dilakukan langsung pada perangkat pengguna. Meta menyatakan pesan yang dianalisis tidak dikirim ke server untuk proses klasifikasi.
Pendekatan tersebut dirancang agar fitur tetap berjalan bersama sistem enkripsi end-to-end WhatsApp. Isi pesan baru dapat dikirim ke WhatsApp apabila pengguna secara aktif memilih melaporkannya.
Saat ini Scam Alert masih diuji secara terbatas pada sebagian pengguna WhatsApp beta Android. WhatsApp belum mengumumkan jadwal peluncuran fitur tersebut untuk seluruh pengguna.
Pengujian dilakukan bertahap untuk memastikan sistem mampu mengenali pola penipuan tanpa terlalu banyak menghasilkan kesalahan. Meta juga melibatkan komunitas Bug Bounty dan peneliti keamanan dalam pengembangannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....