Peternakan Ramah Lingkungan, Solusi Hadapi Perubahan Iklim
- 20 Agt 2026 10:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Siti Andarwati mendorong penerapan mitigasi dan adaptasi risiko, dalam mendukung mata pencaharian berkelanjutan para peternak.
Cara yang bisa dilakukan, dengan pengembangan peternakan ramah lingkungan berbasis inovasi teknologi. Sebab, sistem peternakan saat ini tidak hanya bicara tentang produktivitas, namun juga tata kelola peternakan yang lebih tangguh.
”Terutama dalam menghadapi perubahan iklim, globalisasi hingga risiko bencana,” katanya, Kamis, 20 Agustus 2026. ”Termasuk ketangguhan menghadapi berbagai tekanan, baik secara sosial maupun karena faktor ekonomi.”
Sebab kini, perubahan iklim telah menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh peternak. Perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu lingkungan, dan semakin seringnya kejadian iklim ekstrem berdampak terhadap berbagai hal.
Seperti ketersediaan pakan, kesehatan ternak, produktivitas usaha, hingga keberlanjutan mata pencaharian peternak. ”Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, namun realitas yang telah dirasakan secara nyata oleh peternak.”
Ia juga melihat sektor peternakan berada dalam posisi yang unik. Di satu sisi, peternakan menjadi salah satu sektor yang terdampak perubahan iklim, dan di sisi lain, sektor ini juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam mitigasi.
”Yaitu melalui penerapan teknologi dan manajemen usaha yang lebih berkelanjutan, menghadapi perubahan iklim,” katanya. ”Maka strategi mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan secara terpadu.”
Mitigasi diarahkan pada peningkatan efisiensi produksi, perbaikan kualitas pakan, pemanfaatan teknologi pakan, pengolahan limbah ternak menjadi biogas. Serta penerapan sistem peternakan yang lebih ramah lingkungan.
Sedangkan adaptasi, dapat dilakukan melalui modifikasi sistem produksi dan manajemen, pengembangan ternak yang lebih toleran terhadap stres panas. Juga upaya penguatan kelembagaan peternak, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....