Gen Z Mulai Beralih ke Ponsel Sederhana

  • 12 Agt 2026 09:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagian Generasi Z mulai mengurangi ketergantungan terhadap smartphone dan memilih ponsel dengan fitur lebih sederhana. Fenomena ini muncul seiring kejenuhan terhadap layar, notifikasi, dan penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Pilihan tersebut mengarah pada feature phone atau yang populer disebut dumb phone. Perangkat ini menawarkan fungsi dasar seperti telepon dan pesan tanpa banyak aplikasi pengalih perhatian.

Influencer yang mempromosikan penggunaan dumb phone, Jose Briones, melihat perubahan tersebut pada sebagian Gen Z. Ia menilai kejenuhan terhadap layar menjadi salah satu alasan munculnya tren tersebut.

Tren penggunaan ponsel sederhana sebenarnya bukan fenomena baru dan telah terlihat di Amerika Serikat. Penjualan feature phone di negara tersebut bahkan sempat mencapai puluhan ribu unit per bulan pada 2022.

Kondisi itu turut membuka peluang bagi produsen yang masih mempertahankan lini ponsel sederhana. HMD Global melalui merek Nokia menjadi salah satu perusahaan yang memiliki produk feature phone.

Secara global, feature phone masih memiliki basis pasar kuat di Timur Tengah, Afrika, dan India. Counterpoint Research mencatat kawasan tersebut menyumbang sekitar 80 persen pasar feature phone.

Sementara itu, pasar smartphone Indonesia sempat mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat. IDC mencatat pengiriman smartphone Indonesia turun 14,3 persen pada 2023 menjadi sekitar 35 juta unit.

Namun pasar kembali menunjukkan pemulihan pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan mencapai 15,5 persen. Jumlah pengiriman smartphone Indonesia pada periode tersebut mendekati 40 juta unit.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pilihan perangkat tidak selalu berkaitan dengan teknologi paling canggih. Bagi sebagian pengguna muda, ponsel sederhana justru menawarkan pengalaman digital yang lebih terbatas dan terkontrol.

Tren tersebut juga memperlihatkan perubahan cara Gen Z memandang teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Smartphone yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas digital mulai dipertimbangkan kembali berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar kecanggihannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....