Peneliti Fapet UGM Raih Paten Lacto-MTR, Inovasi Pakan Silase

  • 12 Agt 2026 09:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui inovasi di bidang pakan ternak. Tim peneliti Laboratorium Teknologi Makanan Ternak (TMT) berhasil memperoleh paten sederhana atas formulasi medium kultur cair untuk Bakteri Asam Laktat (BAL) yang digunakan sebagai inokulan silase, dengan produk bernama Lacto-MTR.

Tim peneliti yang mengembangkan inovasi tersebut terdiri atas Dimas Hand Vidya Paradhipta S.Pt. M.Sc. Ph.D. IPP., Wulanningtyas M.Sc., An Nisaa Tiana M.Sc., Kharisma Taufiqa M.Sc., Andriyani Astuti S.Pt. M.Sc. Ph.D. IPM. ASEAN Eng., Dr. Ir. Miftahush Shirothul Haq S.Pt. IPM., serta didukung oleh tim mahasiswa pascasarjana Laboratorium Teknologi Makanan Ternak.

Ketua Tim Peneliti Dimas Hand Vidya Paradhipta mengatakan Lacto-MTR merupakan inokulan Bakteri Asam Laktat (BAL) yang dikemas dalam medium tumbuh komersial berbentuk cair. Produk ini diformulasikan menggunakan kombinasi sumber protein, energi, dan mineral sehingga mampu menghasilkan populasi BAL lebih dari $10^8$ CFU/mL. Formulasi tersebut dirancang untuk mendukung pertumbuhan bakteri secara optimal sekaligus memudahkan proses aplikasi di lapangan.

"Keunggulannya produk ini mampu mempercepat penurunan pH selama proses fermentasi, menghambat pertumbuhan jamur, serta meningkatkan stabilitas aerobik silase setelah silo dibuka. Selain itu, viabilitas BAL di dalam medium tetap dapat dipertahankan hingga 90 hari pada penyimpanan bersuhu 4°C," katanya, Senin, 10 Agustus 2026.

Keunggulan lain Lacto-MTR terletak pada bentuknya yang cair sehingga dapat diaplikasikan secara merata pada bahan silase. Dosis penggunaan yang direkomendasikan adalah 1 mL untuk setiap kilogram bahan segar sehingga praktis dan efisien dalam penggunaannya.

Inovasi medium tumbuh Lacto-MTR sebelumnya memperoleh pendanaan melalui Program Hibah BIMA Tahun 2025. Hasil pengembangan tersebut kemudian berhasil memperoleh Paten Sederhana pada tahun 2026 dengan judul "Formulasi Medium Kultur Cair untuk Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus plantarum) sebagai Aditif Silase" dengan nomor IDS000013852.

Dimas menjelaskan keunggulan Lacto-MTR tidak hanya terletak pada formulasi mediumnya, tetapi juga pada penggunaan dua isolat bakteri spesifik hasil penelitian tim, yaitu Lactobacillus plantarum MTR 2 dan Lactobacillus plantarum MTR 31.

Kedua isolat tersebut memiliki aktivitas biologis yang khas, yakni mampu mereduksi kandungan tanin serta menghasilkan aktivitas antijamur yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas silase sorgum.

Pengembangan kedua isolat bakteri tersebut juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan penelitian di Fapet UGM. Isolat MTR 2 dan MTR 31 merupakan hasil penelitian yang telah melahirkan dua tesis mahasiswa pascasarjana, yakni Wulanningtyas M.Sc. dan An Nisaa Tiana M.Sc., sehingga inovasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara penelitian dosen dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Ke depan, tim peneliti terus melanjutkan hilirisasi inovasi dengan mengembangkan medium tumbuh Lacto-MTR dalam bentuk padat. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas pilihan formulasi inokulan yang lebih praktis, memiliki daya simpan lebih panjang, serta semakin mudah didistribusikan kepada pengguna di sektor peternakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....