Pemkot Yogyakarta Ajak IPM Jadi Pelopor Karakter dan Pelestari Budaya

  • 03 Agt 2026 10:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Generasi muda tidak hanya bertugas melanjutkan pembangunan, tetapi juga memegang peran strategis sebagai penggerak dan pelestari budaya. Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak generasi muda bersinergi membangun pelajar yang berkarakter, kreatif, serta peduli lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan pada peringatan Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sekaligus penutupan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta pada Minggu, 2 Agustus 2026.

"IPM jangan hanya menjadi organisasi pelajar, tetapi juga menjadi penggerak. Kami ingin kegiatan-kegiatan konkret yang bisa mengajak anak muda berkarya, menjaga lingkungan, melestarikan budaya, hingga menjadi pelopor gerakan anti-narkoba," katanya.

Wawan mendorong IPM dan pelajar Yogyakarta menjadi mitra pemerintah dalam mengedukasi kawan sebaya agar terhindar dari kejahatan jalanan dan penyalahgunaan narkoba. Pemkot Yogyakarta siap membuka ruang kolaborasi, termasuk pemanfaatan ruang publik seperti Taman Pintar dan Embung Giwangan sebagai wadah kreasi.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta tengah memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal melalui program Sabtu Sinau untuk mengasah karakter pelajar. Program tersebut diisi dengan belajar bahasa Jawa, aksara Jawa, karawitan, hingga tembang Jawa setiap Sabtu pagi.

"Budaya lokal harus kembali menjadi ruh pendidikan kita. Dengan local wisdom, anak-anak akan memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah IPM Kota Yogyakarta Maulana Ramlan Hakim menyatakan komitmennya untuk mencetak kader unggulan sejak jenjang sekolah dasar hingga menengah. Pihaknya juga berencana membentuk Forum Pelajar Kota Yogyakarta sebagai wadah aspirasi bersama lintas organisasi.

"Kami ingin organisasi kepemudaan di Kota Yogyakarta bisa bersinergi melalui Forum Pelajar Kota Yogyakarta. Harapannya, teman-teman pelajar memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan bersama-sama membangun kota," katanya.

Kegiatan tersebut ditutup dengan perayaan Fortasi 2026 bertema Gembira Berkarya. Rangkaian Fortasi diisi berbagai kompetisi edukatif seperti voli pantai, Jelajah Pengetahuan Yogyakarta, dan estafet permainan tradisional guna mengenalkan nilai kepemimpinan serta kecintaan budaya kepada siswa baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....