AI Jadi Pendukung Pengembangan Potensi Kampung di Kota Yogyakarta

  • 31 Jul 2026 12:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kecerdasan artifisial (AI) memiliki peran strategis dalam memperkuat pembangunan berbasis kampung. Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mampu mengangkat potensi lokal, memperkuat ekonomi masyarakat, hingga memperluas promosi kampung secara kreatif dan bertanggung jawab.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta Kadri Renggono menuturkan perkembangan AI berlangsung cepat dan telah merambah berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, dunia kerja, industri kreatif, hingga pelayanan publik. Meski demikian, menurutnya kecanggihan teknologi harus tetap diimbangi dengan kebijaksanaan dan etika dalam pemanfaatannya.

"AI tidak cukup hanya membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Di sinilah talenta multimedia memiliki tanggung jawab sosial yang besar. Satu gambar, satu video, atau satu narasi dapat menumbuhkan optimisme, namun juga bisa memunculkan kesalahpahaman jika tidak disampaikan secara cermat dan beretika," ujar Kadri.

Kadri menjelaskan, Pemkot Yogyakarta saat ini terus mendorong pembangunan yang dimulai dari tingkat kampung melalui program One Kampung One Sister University One Sister Corporate. Program tersebut menghadirkan perguruan tinggi dan dunia usaha sebagai mitra pendamping masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayah. Menurut Kadri, kebijakan ini menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian langsung dari proses pembangunan wilayah sekaligus menjadi pemicu pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Dirinya menambahkan, AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kampung di Kota Yogyakarta. Mulai dari pemetaan potensi wilayah, produksi konten kreatif, peningkatan literasi digital, dokumentasi, penguatan citra kampung, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.

"Setiap kampung di Kota Yogyakarta memiliki keunikan masing-masing. Kampung kuliner perlu didukung agar produknya dikenal lebih luas, kampung budaya membutuhkan dokumentasi yang baik agar warisan para pendahulu tetap hidup, sementara UMKM memerlukan identitas merek dan promosi digital yang menarik," katanya.

Selain itu, generasi muda di kampung juga diharapkan memperoleh ruang yang lebih besar untuk menghasilkan konten dan produk kreatif yang inovatif sekaligus bertanggung jawab. Menurut Kadri, keterlibatan mahasiswa dan perguruan tinggi menjadi penting agar ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Di sinilah terbuka ruang pengabdian yang luas perguruan tinggi melalui tridharma perguruan tinggi. ilmu yang diperoleh di kampus bisa diterapan untuk menjawab kebutuhan masyarakat bersama 50 perguruan tinggi di DIY lainnya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....