Di Usia 41 Tahun, STMM Bertransformasi Jadi Perguruan Tinggi Vokasi Internasional

  • 30 Jul 2026 19:51 WIB
  •  Yogyakarta
Poin Utama
  • Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-41
  • Tiga pusat studi baru dibangun pada akhir tahun lalu. Di antaranya Center for Smart Digital Technology, Center for Application and Smart Governance, dan Center for Communication and Media Studies.
  • STMM kini mempunyai enam program studi aktif yang seluruhnya mendapat peringkat baik sekali.

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta memperingati Dies Natalis ke-41, Kamis, 30 Juli 2026. Pada usianya yang lebih dari empat dekade ini, STMM fokus bertransformasi menjadi perguruan tinggi vokasi digital berstandar internasional. Digitalisasi telah diwujudkan salah satunya pada bidang pendidikan yang dilakukan di kampus tersebut.

Ketua STMM Yogyakarta Dr R Muhammad Agung Harimurti Purnomojati menjelaskan pihaknya telah menerapkan sistem akademik berbasis digital dengan platform yang terintegrasi. Melalui platform ini, seluruh layanan akademik telah terdigitalisasi. Mulai dari proses penerimaan mahasiswa, registrasi, penyusunan kartu rencana studi, presensi perkuliahan, pengelolaan materi pembelajaran, penugasan, ujian, hingga evaluasi belajar. Transformasi ini akan memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Sejalan dengan digitalisasi layanan akademik, Sekolah Tinggi Multi Media juga mengembangkan kurikulum berbasis outcome based education yang ini menjadi aturan yang kita harus comply (patuhi, red), aturan (Permendiktisaintek) Nomor 39 tahun 2025,” kata Agung pada Dies Natalis ke-41 di Auditorium STMM Yogyakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Di sisi lain, Agung menyebut STMM turut menerapkan kurikulum dengan mata kuliah Ke-Komdigi-an. Ini merupakan mata kuliah yang mengajarkan tugas dan fungsi Kementerian Komdigi kepada mahasiswa. Beberapa pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa diantaranya berkaitan dengan emerging technology, digital ecosystem, literasi digital, serta manajemen multimedia dan digital. Seluruh materi itu merupakan ciri perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Komdigi. Pengajarnya merupakan pejabat Kementerian Komdigi yang bisa melaksanakan pembelajaran dari mana saja secara daring.

Agung menambahkan, STMM juga menunjukkan peningkatan produktivitas publikasi ilmiah dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, STMM juga berhasil mengembangkan enam bidang unggulan penelitian yang mencakup multimedia, komunikasi digital, transformasi media, artificial intelligence, dan lainnya.

Sebanyak tiga pusat studi baru juga berhasil dibangun pada akhir tahun lalu. Di antaranya adalah pusat studi Center for Smart Digital Technology, pusat studi Center for Application and Smart Governance, dan pusat studi Center for Communication and Media Studies.

“Kami juga memperluas kerja sama strategis dengan berbagai lembaga nasional, termasuk Badan Riset Nasional dalam pengembangan riset terapan, inovasi teknologi digital, serta hilirisasi hasil penelitian,” ucapnya.

Kini STMM mempunyai enam program studi aktif yang seluruhnya mendapat peringkat baik sekali.Jumlah mahasiswa saat ini adalah 209 mahasiswa aktif yang tersebar dalam enam program studi dengan didukung 71 dosen tetap serta 30-an dosen tidak tetap. Hingga saat ini STMM telah melahirkan ribuan alumni yang berkarir di berbagai sektor, mulai dari industri penyiaran, media digital, rumah produksi, perusahaan teknologi, dan instansi pemerintah.

“STMM tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang yang berdampak melalui inovasi, kolaborasi, dan pengabdian bagi kemajuan masyarakat, serta transformasi digital Indonesia,” kata Agung.

Sementara, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta Setyabudi Indartono menyebut pada usia ke41 ini, STMM telah memasuki usia kematangan dan dinilai memiliki dedikasi yang tinggi. Di sisi lain, Setyabudi mengaku mengapresiasi komitmen STMM dalam mengimplementasikan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Tidak hanya sekadar proses pembelajaran secara formal, tapi juga proses pembelajaran secara nonformal hingga pengalaman pekerjaan bisa diakui dalam proses pembelajaran.

“Saya yakin STMM akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, yang mewarnai lanskap media, penyiaran dan teknologi informasi di Tanah Air,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....