Paylater Praktis, Bijak Mengelola Tetap Jadi Kunci
- 17 Jun 2026 13:52 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kemudahan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, termasuk dalam memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Salah satu layanan yang semakin populer adalah buy now, pay later atau paylater, yang memungkinkan pengguna membeli barang atau jasa terlebih dahulu dan membayarnya secara cicilan dalam jangka waktu tertentu. Fitur ini banyak diminati karena menawarkan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam bertransaksi.
Di kalangan generasi muda, penggunaan paylater terus meningkat seiring berkembangnya platform e-commerce dan layanan digital. Kehadiran fitur tersebut dinilai mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak ketika kondisi keuangan belum memungkinkan untuk melakukan pembayaran secara langsung. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Perencana keuangan sekaligus CEO Finansialku, Melvin Mumpuni, menjelaskan bahwa paylater pada dasarnya merupakan fasilitas keuangan yang dapat memberikan manfaat jika digunakan secara tepat. Menurutnya, layanan tersebut tidak dapat langsung dianggap buruk maupun berbahaya selama pengguna memahami kemampuan finansialnya. “Paylater bukan sesuatu yang salah. Yang terpenting adalah memahami kemampuan membayar dan menggunakan fasilitas tersebut untuk kebutuhan yang memang diperlukan,” ujarnya.
Melvin menambahkan bahwa sebelum memanfaatkan layanan paylater, masyarakat perlu menghitung terlebih dahulu kondisi keuangan yang dimiliki. Pengguna harus memastikan cicilan yang akan dibayar tidak mengganggu kebutuhan pokok maupun kewajiban finansial lainnya. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya penumpukan utang yang dapat membebani kondisi keuangan di masa depan.
Fenomena paylater juga mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat di era digital. Jika sebelumnya seseorang harus menabung terlebih dahulu sebelum membeli barang yang diinginkan, kini transaksi dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit melalui aplikasi di telepon pintar. Perubahan ini menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan mengendalikan diri dan menentukan prioritas kebutuhan secara lebih bijak. “Jangan sampai kemudahan bertransaksi membuat seseorang membeli sesuatu hanya karena keinginan sesaat. Prioritaskan kebutuhan dan pastikan cicilan tetap dalam batas yang aman,” ucapnya.
Pada akhirnya, paylater dapat menjadi solusi yang membantu ketika digunakan secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Namun tanpa perencanaan keuangan yang baik, fasilitas tersebut berpotensi berubah menjadi beban finansial. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam mengambil keputusan keuangan agar kemudahan yang ditawarkan teknologi benar-benar memberikan manfaat dan mendukung kesehatan finansial jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....