Kemendikdasmen: Ijazah Saja Tak Cukup untuk Bersaing di Dunia Kerja Internasional

  • 31 Mei 2026 20:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kemampuan teknis dan ijazah tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang dalam dunia kerja internasional. Di tengah persaingan global yang semakin dinamis, karakter, disiplin, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi dinilai menjadi modal utama untuk bertahan dan berkembang di lingkungan kerja lintas negara.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dikmen Diksus) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, saat membuka Webinar Seri 1 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mendunia bertajuk “Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional” yang digelar secara daring, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Tatang, perkembangan dunia kerja global saat ini bergerak sangat cepat sehingga menuntut tenaga kerja tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja yang baik. Ia menilai keterampilan teknis kini lebih berfungsi sebagai pintu masuk, sedangkan keberlanjutan karier ditentukan oleh karakter individu.

“Dunia kerja internasional bergerak sangat cepat. Hari ini, ijazah saja tidak cukup. Yang membuat seseorang mampu bertahan di luar negeri justru kemampuan beradaptasi, disiplin, komunikasi, dan sikap kerja yang baik,” ujarnya.

Tatang menjelaskan, perusahaan global saat ini tidak hanya mencari pekerja yang mampu menyelesaikan tugas dengan cepat. Dunia industri juga menaruh perhatian besar pada integritas, kemampuan bekerja dalam tim multikultural, serta cara seseorang menghargai waktu dan lingkungan kerja.

Selain itu, ia mengingatkan para calon tenaga kerja Indonesia agar memiliki kesiapan mental yang kuat sebelum memutuskan berkarier di luar negeri. Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga perbedaan budaya, tekanan kerja, hingga kerinduan terhadap keluarga di tanah air.

“Dunia global sangat menghargai pekerja yang gesit, sopan, dan jujur. Sering kali sikap baik jauh lebih diingat dibanding nilai ijazah yang tinggi,” kata Tatang.

Melalui program LKP Mendunia, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lulusan pendidikan nonformal Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional. Pemerintah juga terus mendorong penguatan kompetensi dan karakter agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan pasar kerja global yang terus berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....