Tren Digital Detox Makin Diminati Anak Muda

  • 19 Mei 2026 08:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penggunaan media sosial yang terus meningkat membuat banyak anak muda mulai merasa lelah secara mental. Aktivitas scrolling tanpa henti, tuntutan untuk selalu aktif di internet, hingga paparan informasi berlebihan dinilai menjadi penyebab meningkatnya stres dan rasa cemas di tengah kehidupan digital modern.

Kondisi tersebut memunculkan tren digital detox, yakni kebiasaan mengurangi penggunaan gadget dan media sosial untuk sementara waktu demi menjaga kesehatan mental. Tren ini mulai banyak diterapkan masyarakat, khususnya generasi muda yang merasa terlalu bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Digital detox dilakukan dengan berbagai cara. Sebagian orang memilih membatasi waktu bermain media sosial, mematikan notifikasi aplikasi, hingga mengambil jeda dari internet selama beberapa hari. Ada pula yang mulai mengganti waktu bermain gadget dengan aktivitas lain seperti membaca buku, berolahraga, atau berkumpul bersama keluarga dan teman.

Psikolog digital, Dinda Maharani, mengatakan penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kondisi emosional seseorang. Menurutnya, paparan informasi yang terus-menerus membuat otak sulit beristirahat sehingga memicu stres dan kelelahan mental. “Digital detox membantu seseorang mengurangi tekanan psikologis akibat terlalu lama terhubung dengan dunia digital,” ujarnya.

Selain memengaruhi kesehatan mental, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dinilai berdampak pada kualitas tidur, fokus, hingga rasa percaya diri. Kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial menjadi salah satu faktor yang sering menimbulkan tekanan emosional, terutama di kalangan anak muda.

Fenomena digital detox membuat masyarakat mulai memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan offline. Pengamat gaya hidup digital, Andra Prakoso, menilai tren ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental di era teknologi modern. “Banyak orang kini mulai menggunakan media sosial secukupnya agar tetap bisa menikmati kehidupan nyata dengan lebih tenang,” ucapnya.

Di sisi lain, tren digital detox juga memengaruhi gaya hidup generasi muda. Aktivitas seperti journaling, traveling, olahraga, hingga menikmati waktu sendiri tanpa gadget kini semakin diminati. Digital detox dinilai menjadi cara baru masyarakat untuk mencari ketenangan sekaligus menjaga kesehatan mental di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....