Mahasiswi UNU Riset Pangan Lokal untuk Cegah Diabetes
- 28 Feb 2026 17:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kasus Diabetes Melitus Tipe 2 di Daerah Istimewa Yogyakarta, prevalensinya antara 3,1 dan 4,9 persen. Prosentase itu, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
Kondisi ini mayoritas disebabkan konsumsi gula yang tinggi. Juga aktivitas fisik yang rendah, dan asupan serat makanan yang tidak mencukupi.
Isu tersebut menarik perhatian Elisa Mariani, seorang mahasiswi Jurusan Teknologi Produk Pertanian (PT). Melalui penelitiannya, Elisa berhasil mendapatkan pendanaan dari Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2025–2026.
Ia meneliti bahan pangan lokal kaya serat dan senyawa bioaktif, untuk pencegahan diabetes secara alami dan berkelanjutan. Yaitu Umbi Canna (ganyong), dan Kulit Buah Kakao.
Dalam penelitiannya, Elisa mengembangkan kerupuk diet sebagai alternatif camilan sehat untuk membantu mencegah diabetes. Produk ini diformulasikan dari kombinasi tepung canna dan tepung kulit buah kakao.
Penelitiannya menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (CRD) non-faktorial, dengan dua replikasi eksperimental dan dua replikasi analitis. Variasi perlakuan difokuskan pada rasio berbeda, antara tepung canna dan tepung kulit buah kakao dalam formulasi kerupuk.
”Kami berharap kerupuk diet yang sedang kami kembangkan tidak hanya memberikan kontribusi secara ilmiah sebagai makanan yang berpotensi membantu mengendalikan diabetes,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Dosen Departemen THP, Diah Ayu Puspasari mengapresiasi inovasi yang dilakukan Elisa. Mahasiswa THP harus terus menunjukkan relevansi mereka melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....