Riset UGM Tunjukkan Peran Kader TATAK Dampingi Pasien Kanker

  • 12 Feb 2026 17:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan diseminasi hasil riset Collaborative Community Care Breast Cancer Indonesia (COMMUNICATED) di Auditorium FK-KMK UGM, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarluaskan temuan penelitian COMMUNICATED serta mendorong pemanfaatannya dalam perumusan kebijakan, perencanaan program, dan praktik layanan kanker berbasis komunitas.

Melalui pendanaan dari Pfizer, Inc. (Amerika Serikat) dalam hibah Quality Improvement untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara, proyek penelitian dan pengabdian masyarakat ini telah dimulai pada 2024. Proyek ini sendiri diketuai oleh Martina Sinta Kristanti, dosen Departemen Keperawatan FK-KMK UGM, dengan lokasi penelitian di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

“Diseminasi ini menjadi momentum penting untuk menjembatani hasil riset dengan kebijakan dan praktik pelayanan Kesehatan, agar intervensi berbasis komunitas dapat berkelanjutan dan berdampak nyata bagi pasien kanker,” ujar Sinta selaku Principal Investigator COMMUNICATED.

Menurut Sinta, COMMUNICATED dikembangkan dengan pendekatan co-design bersama berbagai pemangku kepentingan, organisasi masyarakat, pasien, serta relawan kanker. Melalui penelitian tersebut kemudian dikembangkan model edukasi Kader TATAK (Tangguh dan Tanggap Kanker).

Kader TATAK bertugas memberikan edukasi dan dukungan secara langsung kepada pasien dan keluarganya. Hingga saat ini, telah ada 112 Kader TATAK di wilayah DIY dan Bali.

Seluruh Kader TATAK tersebut telah dilatih dan melakukan kunjungan rumah ke 370 pasien kanker payudara yang ada di komunitas. Melalui pendampingan Kader TATAK, pasien memperoleh dukungan emosional, sosial, dan edukasi kesehatan yang membantu menjaga kualitas hidup.

Dari temuan penelitian ini, menunjukkan bahwa pendampingan Kader TATAK melalui kunjungan rumah selama kurang lebih 2-3 minggu, mampu menjaga kualitas hidup pasien kanker payudara metastasis tetap stabil. Tingkat resiliensi pengasuh keluarga juga tetap terjaga.

Sebaliknya, pasien yang tidak mendapatkan kunjungan Kader TATAK, terjadi penurunan kualitas hidup yang signifikan. Begitu pula pada tingkat ketangguhan pengasuh keluarga juga mengalami penurunan.

Proyek COMMUNICATED ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan dukungan berbasis komunitas bagi pasien kanker payudara dan pengasuh keluarga. Selain itu, melalui program Kader TATAK juga mampu meningkatkan kapasitas kader kesehatan lokal serta memperkuat kolaborasi antara komunitas dan layanan kesehatan.

Dalam rangkaian diseminasi turut dilaksanakan launching KOMPAK TATAK (Koordinasi dan Pendampingan Kader TATAK), yakni kegiatan temu bulanan sebagai penguatan kapasitas Kader TATAK. Melalui diseminasi hasil penelitian ini, COMMUNICATED diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan bukti ilmiah dalam pengembangan kebijakan dan program kanker payudara. Selain itu juga membuka peluang kerja sama lintas sektor untuk mendukung kualitas hidup pasien kanker di komunitas secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....