Disinformasi Digital Jadi Ancaman, Ini Kata Rektor UMY
- 26 Jan 2026 21:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Rektor UMY Profesor Achmad Nurmandi mendorong pihak-pihak terkait, melakukan penguatan literasi digital untuk mengimbangi kemajuan teknologi. Sebab, kemajuan teknologi beresiko menjerumuskan masyarakat.
”Terutama disinformasi dan konflik sosial,” katanya secara tertulis, Senin 26 Januari 2026. ”Saat ini, teknologi bekerja massif dan sistematis dalam membentuk persepsi publik, bahkan tidak jarang teknologi menyesatkan penggunanya.”
Profesor Nurmandi juga melihat sebuah fenomena, yang membuat miris. Karena setiap hari, masyarakat Indonesia justru dibohongi kemajuan teknologi, yaitu melalui peredaran dan sebaran informasi yang muncul di media sosial.
”Informasi itu dirancang secara robotik,” katanya. ”Masuk ke dalam telepon genggam dan ruang privasi kita tanpa disadari, ini sangat berbahaya jika literasi kurang, karena teknologi dapat menjadi pisau bermata dua jika tidak dipahami.”
| Baca juga: Honor Andalkan Baterai Jumbo Rp2 Jutaan |
Ia pun menegaskan, teknologi tidak pernah bersifat netral, sehingga membutuhkan lingkungan sosial dan politik yang sehat. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal, sebab jika tidak justru berpotensi memperparah polarisasi.
”Di sinilah kampus punya tanggung jawab besar,” ucapnya. ”Yakni memberi pencerahan kepada masyarakat, tentang dampak luas informasi dan teknologi terhadap kehidupan.”
Maka, Profesor Nurmandi meminta para guru besar di kampusnya, agar terus berproses demi kemajuan ilmu pengetahuan. Di samping itu, ilmu yang mereka kuasai juga harus memiliki kontribusi yang luas bagi kehidupan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....