Artificial Intelligence Bukan Pengganti Otak Manusia

  • 30 Jun 2025 19:37 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Perkembangan teknologi digital menghadirkan berbagai inovasi yang sebelumnya sulit dibayangkan. Salah satu terobosan terbesar dalam beberapa tahun terakhir adalah kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

AI memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, dari cara orang bekerja hingga berinteraksi. Kemampuannya dalam memproses data, menjawab pertanyaan, dan menyusun teks menjadikannya semakin populer, terutama di kalangan generasi muda.

Menurut Pakar Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Strategi Pembelajaran UMY Endro Dwi Hatmanto menyampaikan, penggunaan AI seperti ChatGPT di kalangan pelajar dan mahasiswa, menjadi bagian revolusi digital yang tidak bisa dihindari.

Namun ia menekankan, agar AI tidak diposisikan sebagai pengganti otak manusia, melainkan sebagai co-pilot dalam membantu proses pembelajaran. Dikaji dari sudut pandang kognitif, AI itu ibarat dua sisi mata uang.

Di satu sisi, AI bisa memberikan dampak positif, seperti memfasilitasi scaffolding kognitif, seperti menyediakan penjelasan tambahan, ilustrasi konsep sulit, atau menawarkan berbagai perspektif. Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi.

”Jika AI digunakan secara pasif, misalnya hanya untuk mencari jawaban atau menulis paragraf, AI justru dapat menghambat proses berpikir reflektif dan analitis,” ucap Endro, Senin (30/6/2025).

Ia pun menegaskan, risiko penurunan daya analitis sangat mungkin terjadi jika peserta didik terlalu bergantung pada AI tanpa keterlibatan kognitif aktif. Hal ini menghilangkan kesempatan penting untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. (r-ws)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....