FH UII Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di WIPO IP Moot Court 2026

  • 27 Mar 2026 17:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) di tingkat internasional. Tim delegasi FH UII berhasil melaju ke babak Virtual Oral Rounds dalam ajang WIPO IP Moot Court Competition 2026, sebuah kompetisi peradilan semu bergengsi di bidang hukum kekayaan intelektual.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) ini merupakan salah satu ajang moot court paling kompetitif di dunia yang berfokus pada isu-isu hukum kekayaan intelektual seperti paten, merek dagang, dan desain industri di tingkat global.

Pencapaian ini menjadi sangat istimewa mengingat ketatnya persaingan dalam kompetisi tersebut. Sekitar 200 tim mahasiswa hukum dari berbagai negara turut berpartisipasi dalam WIPO IP Moot Court Competition 2026.

Dekan Fakultas Hukum UII Budi Agus Riswandi, menyampaikan apresiasinya atas capaian tim tersebut. Menurutnya, seleksi yang dilampaui mahasiswa cukup ketat.

“Ini adalah capaian yang sangat luar biasa. Masuk ke babak oral rounds di level WIPO bukanlah perkara mudah. Tim harus melewati seleksi memorial yang sangat ketat sebelum akhirnya dapat mempresentasikan argumen mereka di hadapan juri internasional,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.

Setelah melalui proses seleksi memorial yang ketat yakni penyusunan dan penilaian dokumen argumentasi hukum tertulis tim FH UII berhasil lolos ke tahap presentasi argumen secara lisan (oral rounds) yang diselenggarakan secara virtual. Dalam tahapan ini, para peserta mempresentasikan argumentasi hukum mereka di hadapan panel juri internasional, sekaligus mempertahankan analisis terhadap berbagai isu hukum kekayaan intelektual yang kompleks.

Tim FH UII dalam kompetisi ini diwakili oleh mahasiswi Hukum Bisnis, FH UII yaitu Fatimah Nada dan Dinda Ratu Nur Fatimah R.H. Dalam proses persiapannya, tim mendapatkan pendampingan dari beberapa dosen dan juga peneliti di Pusat HKI FH UII di antaranya Galih Ramadhan dan Hanif Abdul Halim.

Hingga tahapan ini, nampaknya tim FH UII menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berhasil melaju ke babak Virtual Oral Rounds dalam kompetisi tersebut. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa hukum Indonesia mampu bersaing secara kompetitif dengan berbagai universitas terkemuka di dunia.

Sementara itu, Hanif Abdul Halim selaku salah satu pendamping tim menyampaikan, bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan proses persiapan yang panjang. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan berargumen secara lisan, tetapi juga kedalaman riset hukum dan ketajaman analisis terhadap isu-isu kekayaan intelektual global.

"Kami sangat bangga dengan kerja keras tim yang mampu bersaing dengan universitas-universitas dari berbagai negara,” katanya.

Galih Dwi Ramadhan, dosen FH UII sekaligus pelatih tim FH UII yang lolos tahap presentasi lisan (oral rounds) menyampaikan, Fatimah Nada dan Dinda Ratu Nur Fatimah adalah mahasiswa berpotensi gemilang yang perlu terus diasah melalui berbagai kompetisi hukum. Keduanya adalah mahasiswi di kelas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dirinya ampu.

“Saya sangat bangga dipercaya menjadi pelatih bagi Fatimah dan Dinda. Sejak di dalam kelas, mereka sudah menunjukkan ketertarikan dan sangat aktif berdiskusi mengenai isu HKI. Saya melihat mereka membutuhkan kesempatan di luar jam kuliah untuk memperdalam pemahaman dan pengalaman mereka yang berkaitan dengan isu HKI," ucapnya.

Babak Virtual Oral Rounds yang berlangsung pada akhir Maret 2026 ini menjadi tahapan penentu bagi seluruh peserta. Tim yang berhasil menunjukkan performa terbaik berpeluang masuk ke dalam delapan tim terbaik dunia yang akan melaju ke babak selanjutnya.

Delapan tim tersebut nantinya akan diundang untuk bertanding secara langsung di kantor pusat WIPO di Jenewa, Swiss, pada bulan Juni 2026 untuk mengikuti babak perempat final hingga grand final.

Keberhasilan tim FH UII menembus tahap ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa hukum di Indonesia untuk terus berprestasi dan berani bersaing di forum internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....