UII Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Growth Festival 2025
- 11 Nov 2025 16:40 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Seruan penuh semangat untuk tumbuh, berinovasi, dan berani bermimpi besar, dalam Growth Festival 2025 kembali dihadirkan Universitas Islam Indonesia (UII). Sebuah ajang kolaborasi internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan pentahelix seperti akademisi, ìnovator, pelaku industri, pemerintah, dan komunitas kewirausahaan serta inovasi dari berbagai negara berlangsung selama empat hari, pada 11-14 November 2025 di kampus UIl Yogyakarta.
Rektor UII Fathul Wahid mengatakan, Growth Fest 2025 bukan hanya sebuah ruang untuk berkumpul, namun menjadi sebuah forum tempat ide bertemu keberanian, tempat mimpi bertemu aksi, dan tempat setiap langkah kecil bisa menjadi awal perubahan besar.
Fathul Wahid menyebutkan, growth mindset menjadi jiwa dari festival sebagai jawaban atas pesatnya teknologi yang selalu memunculkan tantangan baru. Sehingga, hanya mereka yang mau belajar, beradaptasi, dan terus tumbuh, yang akan bertahan dan memimpin masa depan.
Dengan growth mindset, kegagalan bukan akhir tetapi hanyalah sebuah jeda untuk memperbaiki arah. Sedangkan kritik bukan serangan, tetapi cermin untuk bertumbuh, dan keberhasilan orang lain bukan ancaman, tetapi sebuah inspirasi untuk melangkah lebih jauh.
"Growth mindset adalah cara berpikir yang tidak berhenti pada kata 'tidak bisa', tetapi berubah menjadi 'belum bisa'. Ia percaya bahwa kecerdasan, keterampilan, dan keberhasilan bukanlah takdir yang tetap, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk belajar," kata Fathul Wahid dalam sambutan pembukaan Growth Fest 2025, di Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Muzakir, Kampus Terpadu UII, Selasa (11/11/2025).
Growth Fest ini ingin menularkan semangat untuk bereksperimen tanpa takut salah, semangat untuk mencipta, bukan hanya meniru, dan semangat untuk berkolaborasi, bukan berkompetisi semata. "Karena inovasi bukan sekadar produk. Ia adalah cara berpikir, cara hidup, dan cara memberi makna pada dunia," ucapnya.
Lebih lanjut Fathul Wahid mengungkapkan, kewirausahaan yang sejati bukan hanya tentang mencari untung, tetapi tentang menciptakan value atau nilai bagi sesama, bagi bangsa, bagi masa depan.
"Di sinilah kita ingin melahirkan generasi baru, Generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga tangguh secara mental, dan peduli secara sosial," ujar Fathul Wahid.
Ketua Pelaksana Arif Wismadi menyampaikan, Growth Festival mengusung tema "Connecting Minds, Methods, and Technologies to Co-Create Innovations for Global Challenges", yang menegaskan komitmen Ull dalam memperkuat sinergi lintas disiplin dan lintas sektor untuk menghadirkan solusi terhadap tantangan global.
"Growth Festival tahun ini menjadi istimewa dengan terlaksananya kolaborasi internasional bersama The International TRIZ Association (MATRIZ) dan Passage to ASEAN (P2A)," kata Arif.
Tiga Program Utama Growth Festival 2025, yakni TRIZFest 2025, kolaborasi antara Ull dan MATRIZ International yang menghadirkan para pakar dan praktisi Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) dari berbagai negara.
Kegiatan meliputi keynote speech, presentasi ilmiah, tutorial, dan panel discussion yang berfokus pada penerapan TRIZ untuk pengembangan teknologi dan inovasi berkelanjutan. P2A ASEAN Green Entrepreneurship Hackathon 2025
Kedua, kompetisi dan kolaborasi wirausaha muda lintas negara ASEAN untuk menciptakan solusi inovatif berbasis keberlanjutan. Hackathon ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan young inovators untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan semangat green entrepreneurship.
Ketiga, Innovation & Entrepreneurship Awards Ull dengan memberikan penghargaan kepada para mitra pengambangan ekosistem kewirausahaan peneliti & inovator, serta pelaku usaha/startup di bawah dukungan Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh Ull atas prestasi dan kontribusi berharganya dalam hilirisasi riset, inovasi, dan kewirausahaan nasional.
"Growth Festival 2025 tidak hanya menjadi ajang pameran hasil inovasi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat jejaring internasional, mengintegrasikan riset dengan praktik industri, serta memperluas kontribusi UlI terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ucap Arif.
Penyelenggaraan Growth Festival 2025 merupakan bagian dari komitmen Ull untuk mendorong integrasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun inovasi berkelanjutan.
Dalam acara tersebut juga diresmikan Asosiasi Praktisi TRIZ Indonesia (Indonesia TRIZ Practitioners Association INTRIZ) yang telah dirintis cukup lama oleh Universitas Islam Indonesia. Peresmian akan dilakukan secara langsung oleh Dr. Sergey Yatsunenko, Presiden Asosiasi TRIZ Internasional (International TRIZ Association MATRIZ) yang saat ini berkantor pusat di Polandia. (Yan/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....