Pembukaan EHEF 2025 Tandai Kolaborasi Pendidikan Indonesia–Eropa

  • 06 Nov 2025 15:48 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Sleman: European Higher Education Fair (EHEF) 2025 resmi dibuka di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Kamis (6/11/2025). Pembukaan EHEF berlangsung sangat meriah dan simbol dimulainya pameran pendidikan tinggi Eropa yang diikuti sebanyak 87 universitas ternama dari berbagai negara Eropa.

Acara dilaksanakan secara seremonial dan dilanjutkan dengan pembukaan langsung dari Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt. Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, bersama Gonçalo Guedes, Communication Coordinator Delegasi Eropa untuk Indonesia, secara simbolis meresmikan EHEF 2025 di Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya EHEF 2025 serta menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Uni Eropa untuk memperluas peluang belajar generasi muda Indonesia.

“EHEF menjadi kesempatan luar biasa bagi siswa dan mahasiswa untuk mengenal berbagai pilihan pendidikan di Eropa. Kami melihat adanya semangat belajar yang besar dari generasi muda Indonesia. Universitas Gadjah Mada bangga dapat menjadi bagian dari kolaborasi ini dan berbagi komitmen bersama dalam memajukan pendidikan demi masa depan yang lebih baik,” ujar Prof. Puji Astuti dalam sambutannya.

Communication Coordinator Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Gonçalo Guedes, menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan EHEF 2025 ini untuk memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia melalui pengalaman belajar di Eropa.

“Pameran ini ingin mengajak sebanyak-banyaknya pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk merasakan pengalaman pendidikan, studi pendidikan tinggi, serta pengalaman hidup dan sosial budaya di negara-negara Eropa,” ujarnya dalam wawancara RRI seusai pembukaan, kamis (6/11/2025).

Usai peresmian, para pengunjung yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, dan dosen tampak antusias mengunjungi booth universitas yang disediakan. Masing-masing booth menampilkan informasi beasiswa, program studi, serta kehidupan akademik di masing-masing negara.

Salah satu peserta, Kuinsa, siswa kelas 10 MAN 1 Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan sebaiknya terus dilanjutkan di tahun berikutnya.

“Mungkin tahun besok kayaknya harus ada lagi, soalnya kan kalau tahun sekarang masih kelas 10 ya,” ujarnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan Kusuma, pelajar dari sekolah yang sama. “Kayak merasa tahun depan perlu ada acara ini lagi karena benar-benar nambah insight baru,” ujarnya. (Wulan/Tiara).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....