Mitigasi Risiko, Insan Pengayoman DIY Berlatih Padamkan Api
- 10 Jun 2026 15:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY mengambil langkah preventif dan konkrit dalam memastikan keselamatan kerja serta perlindungan aset negara. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan “Sosialisasi, Pelatihan Deteksi Dini, Pencegahan, dan Usaha Pemadaman Kebakaran” yang berlangsung di Lapangan Kanwil pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Agenda terpadu ini dilaksanakan sebagai solusi operasional untuk membangun budaya kerja yang aman, menekan faktor risiko kecelakaan kerja, serta membekali seluruh unsur pegawai dengan keterampilan praktis menghadapi situasi darurat.
Saat meninjau langsung jalannya simulasi, Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto, menjelaskan, potensi ancaman kebakaran di area perkantoran dapat muncul kapan saja dari berbagai sumber, seperti gangguan instalasi listrik maupun kelalaian penggunaan perangkat elektronik. Oleh karena itu, ia menegaskan, langkah mitigasi tidak boleh hanya dipandang sebagai tugas manajemen semata.
"Keselamatan serta keamanan di lingkungan kerja merupakan faktor mendasar yang menunjang kelancaran seluruh aktivitas pelayanan publik kita. Kami menyelenggarakan pelatihan ini agar seluruh jajaran mulai dari staf administrasi, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis yang mutakhir. Kita tidak boleh pasif; deteksi dini dan tindakan pemadaman awal yang cepat serta tepat adalah kunci utama untuk melindungi keselamatan jiwa manusia sekaligus mengamankan aset penting dokumen negara sebelum api meluas," kata Agung.
Ia juga menginstruksikan kepada seluruh Insan Pengayoman DIY agar pengawasan terhadap sarana prasarana proteksi kebakaran di dalam gedung perkantoran diperiksa secara berkala guna memastikan seluruh instrumen berfungsi optimal.
Mitigasi risiko
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yudi Arto, menekankan bahwa keterlibatan aktif dari berbagai unsur pelaksana kebersihan, office boy, serta petugas pengamanan dalam pelatihan ini merupakan wujud nyata dari koordinasi internal yang solid.
"Kami di Bagian Tata Usaha dan Umum memfasilitasi kegiatan simulasi ini sebagai langkah nyata memitigasi risiko operasional kantor. Kami ingin memangkas rasa gugup atau panik pegawai saat melihat api. Melalui praktik langsung di lapangan, setiap pegawai kini dilatih untuk memahami karakteristik segitiga api serta memahami secara presisi cara kerja alat pemadam yang tersedia di setiap sudut koridor kantor," ujar Yudi.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kanwil Kemenkum DIY berkolaborasi dengan instruktur profesional dari PT Citra Karya (Fire & Safety Equipment), Haryanto. Dalam sesi pemaparan teori, Haryanto mengupas tuntas konsep "Segitiga Api" yang terbentuk dari bertemunya tiga unsur utama: bahan mudah terbakar, sumber panas (titik nyala), dan oksigen. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), mulai dari jenis Dry Chemical Powder (serbuk kimia kering), Carbon Dioxide (CO2), Foam (busa), hingga Liquid Gas.
Usai pemaparan teori, seluruh peserta langsung diarahkan untuk mengikuti simulasi pemadaman api secara berkala di Lapangan Tengah. Di bawah panduan tim instruktur, para pegawai dilatih mempraktikkan metode pengoperasian APAR yang benar melalui tahapan menarik pin pengaman, mengarahkan selang secara tepat ke sumber api, serta menekan tuas secara terukur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....