Guru SMK Harus Punya Pola Pikir Wirausaha
- 15 Sep 2026 14:09 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru kejuruan, berbasi kerja moda luring Angkatan ke 4. Kegiatan ini digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur.
Sebanyak 147 guru SMK dari tujuh kompetensi keahlian mengikuti pelatihan intensif 120 Jam Pelajaran (JP). Materi pelatihan mencakup pembekalan, magang industri, hingga uji sertifikasi kompetensi.
Pelatihan yang diikuti ratusan guru, meliputi tujuh kompetensi keahlian. Yakni Bakery & Pastry, Hidroponik Melon, Pengolahan Buah, Anggrek, Penetasan Telur, Hijauan Pakan Ternak, dan Rekayasa Pakan Buatan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa penguasaan kompetensi teknis guru SMK harus diimbangi business mindset. Pola pikir ini sangat penting agar keterampilan yang dikuasai dapat dikomersialisasi dan punya nilai tambah.
”Kalau kita punya kompetensi produksi tapi tidak bisa dikomersialisasi itu yang bikin frustasi,” katanya secara tertulis, Selasa, 15 September 2026. ”Akhirnya kompetensi yang dimiliki hanya menutup basa-basi saja."
Sedangkan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin meminta para peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat secara langsung di sekolah. Pengalaman berharga selama di industri harus mampu dibawa ke ruang kelas.
”Yang paling penting di samping mengajar siswa, juga bisa dicoba untuk dipraktikkan,” ucapnya. ”Karena kalau upskilling di sini, lalu pulang dan tidak pernah dipraktikkan di kelas, itu enggak akan berkembang.”
Melalui sinergi antara peningkatan kompetensi teknis dan penanaman business mindset, pelatihan ini tidak sekadar meningkatkan keahlian individu guru. Program ini ditargetkan, mampu melahirkan inovasi pembelajaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....