Edukasi Gizi Jangan Berhenti di Ruang Kelas

  • 26 Agt 2026 20:55 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui SEAMEO RECFON, memasuki satu dekade pelaksanaan program Nutrition Goes to School (NGTS). Program ini mendorong edukasi gizi tidak berhenti di ruang kelas.

Pendidikan gizi melalui NGTS hadir dalam berbagai bentuk yang dekat dengan kehidupan para peserta didik. Mulai dari kebun sekolah, kantin sehat, pembiasaan praktik gizi baik, hingga kegiatan edukasi tentang pengetahuan soal gizi bahan pangan.

Selama 10 tahun, NGTS telah memberi pelatihan gizi dan kesehatan kepada lebih dari 3.500 guru dan tenaga kependidikan. Mereka berasal dari 2.430 sekolah, dan sebanyak 279 sekolah/madrasah telah mendapat pendampingan teknis di Indonesia dan Asia Tenggara.

Dirjend Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin memastikan, program ini berhasil membentuk 42 model Sekolah/Madrasah NGTS Mandiri. Sebarannya meliputi tujuh wilayah dampingan secara nasional.

”Persoalan gizi anak Indonesia, perlu direspons dengan menjadikan sekolah sebagai agen-agen perubahan,” ucapnya melalui siaran pers tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026. ”Saat ini tidak hanya soal kekurangan gizi pada anak-anak, ada juga yang berlebih, dan sekaligus ada tantangan terkait kekurangan gizi mikro.”

Dirjen Tatang juga berharap, anak semakin memahami pentingnya gizi pada pangan, sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Itu menjadi bagian untuk memastikan bagaimana anak-anak lebih paham terkait gizi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....