DIY Siap Tambah Kuota Haji 2027 Melalui Layanan Berbasis Hotel YIA

  • 02 Okt 2026 20:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ibadah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menciptakan sejarah baru karena menjadi yang pertama di Indonesia yang menggunakan embarkasi mandiri berbasis hotel. Model pelayanan inovatif yang berpusat di Yogyakarta International Airport (YIA) telah terbukti sukses digunakan pada musim haji 2026. Kini, pelayanan tersebut siap memperluas area operasionalnya dan meningkatkan jumlah kuota jemaah untuk keberangkatan tahun 2027.

Penyelenggaraan haji menggunakan sistem hotel ini diumumkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tahun 2025 nomor 11. Kebijakan strategis ini diambil untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas penerbangan modern di Bandara YIA Kulon Progo, sekaligus menjadi solusi yang efektif mengingat tidak ada bangunan asrama haji berupa bangunan permanen di wilayah DIY.

Pada musim haji tahun 2026 lalu, Embarkasi YIA berhasil melayani sebanyak 9.320 jemaah haji yang dibagi ke dalam 26 kelompok terbang. Angka tersebut mencakup 3.867 orang jemaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan 5.453 orang jemaah dari Karesidenan Kedu. Untuk memenuhi ketentuan kuota minimal 4.000 jemaah, menggabungkan wilayah Karesidenan Kedu yang mencakup Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang, Purworejo, Kebumen, dan Kota Magelang merupakan langkah integrasi yang sangat penting.

Para jemaah ditempatkan di area hotel dekat bandara, salah satunya Novotel Ibis YIA di Temon, Kulon Progo, menggunakan sistem One Stop Service (OSS). Melalui mekanisme yang terpadu, semua proses seperti pemeriksaan kesehatan, pemberian paspor, pembagian biaya hidup, aktivasi kartu Nusuk, serta penyaluran APD dan gelang identitas dilakukan dengan efisien di satu tempat saja.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Hj. Silvia Rosetti, S.E., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan operasional di tahun 2026 menjadi dasar yang kuat untuk menghadapi musim haji tahun depan."Kami berharap persiapan tahun 2027 ini bisa lebih baik lagi, karena tahun 2026 ini sudah cukup bagus dan berhasil. Ke depan, jika memang diberi tugas untuk diperluas, kita siap melayani Jogja ini," ujar Hj Silvia Rosetti, SE, MSi.memberikan penjelasan mengenai hasil evaluasi pelaksanaan ibadah haji.

Respons dan apresiasi juga didapat dari pihak legislatif saat mereka melakukan kunjungan kerja khusus ke DIY. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDIP, Abidin Fikri, mengatakan skema penggunaan hotel di YIA tidak hanya memberikan kenyamanan tambahan dan jaminan kualitas makanan bagi jemaah, tetapi juga terbukti membuat pengelolaan biaya lebih efisien."Biaya pengelolaan jemaah jika menggunakan hotel lebih murah dibandingkan jika jemaah langsung menginap di asrama haji di Solo. Menurut saya itu yang sebaiknya tetap dijaga," ujar Abidin Fikri.

Melihat hasil indeks kepuasan layanan pemeliharaan jemaah yang mencapai angka 87,81 (masuk kategori sangat memuaskan) dan menempati peringkat kedua terbaik secara nasional, para pemimpin daerah bersama instansi terkait saat ini sedang mengusulkan untuk memperluas cakupan wilayah Karesidenan Banyumas. Jika usulan penambahan jemaah dari daerah Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga disetujui untuk haji 2027, maka Embarkasi YIA bisa menjadi contoh bagus dalam memanfaatkan infrastruktur daerah secara nasional bagi wilayah lain di Indonesia yang belum memiliki asrama haji permanen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....