Hanung Bramantyo Gelar Special Screening Film Lobang Buaya di Yogyakarta

  • 22 Sep 2026 15:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, YOGYAKARTA - Sutradara Hanung Bramantyo menggelar acara special screening untuk film horor terbarunya berjudul Lobang Buaya di XXI Empire Yogyakarta pada Senin, 21 September 2026. Dalam sesi wawancara usai penayangan, ia membeberkan fakta menarik di balik pembuatan film tersebut.

Hanung menjelaskan cerita Lobang Buaya mengambil latar belakang dinamika sosial menjelang peristiwa 30 September 1965. Pada kurun 1963–1964, propaganda politik kerap menggaungkan istilah tujuh setan desa untuk menggambarkan kelompok penindas rakyat.

Meski dikemas dalam narasi fiksi, Hanung menegaskan esensi istilah tersebut masih sangat relevan dengan realitas masa kini.

"Tujuh setan desa sebenarnya masih berkuasa sampai hari ini. Cuma namanya saja diganti, tuan tanah diganti korporasi, kapitalis birokrat diganti pejabat korup, lalu rentenir jadi pinjol. Saya ingin film ini dibaca sesuai kondisi sekarang," ucapnya.

Mengenai alasan memilih balutan horor dibanding drama sejarah murni, Hanung mengungkapkan batasan ekspresi dan sensitivitas topik Peristiwa 1965 di Indonesia. Menurutnya, pendekatan genre horor menjadi medium paling memungkinkan untuk memicu pemikiran kritis penonton.

"Saya sempat merencanakan proyek remake film G30S/PKI yang akhirnya batal diproduksi karena kendala izin. Keadaan tersebut mendorongnya beralih ke cerita fiksi berbalut genre horor," katanya.

Selain itu, ia mengakui adanya dorongan pasar internasional. Pihak distributor luar negeri menyatakan minat lebih tinggi terhadap genre horor. Terbukti, Lobang Buaya lolos kurasi di festival film internasional seperti Rotterdam dan Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN).

Dalam merancang alur dan konsep mistis film ini, Hanung mengombinasikan struktur cerita film Seven (1995) dan inspirasi dari film horor Korea Exhuma. Elemen gaib dalam film juga memanfaatkan adaptasi ajaran kitab Gayat Al-Hakim.

Diproyeksikan tayang serentak di bioskop mulai Kamis, 1 Oktober 2026, Hanung berharap Lobang Buaya tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan membuka ruang diskusi publik mengenai narasi sejarah dan keadilan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....