Children of Heaven, Karya Terbaru Hanung untuk Mendukung Pendidikan Karakter
- 21 Mei 2026 11:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Hanung Bramantyo resmi merilis film terbarunya yang mengadaptasi karya legendaris asal Iran Children of Heaven. Dalam acara pemutaran perdana Rabu, 20 Mei 2026 Hanung menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar Muhammadiyah yang telah mendukung penuh proyek ini.
"Ini saya pulang ke rumah, senang memutar film untuk saudara-saudara saya," ujar Hanung kepada para penonton yang hadir di XXI Empire usai menyaksikan film tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa menggarap film ini merupakan impian lama yang akhirnya berhasil diwujudkannya demi membenahi minimnya tontonan edukatif untuk anak-anak di Indonesia. "Film ini sudah lama saya idam-idamkan untuk keluarga dan anak-anak, karena yang sangat kurang di Indonesia itu film anak-anak pendidikan yang memotivasi teman-teman untuk kita bisa menghadapi kesulitan-kesulitan di sekitar kita," katanya.
Baginya, esensi sebagai manusia yang bermartabat adalah bagaimana kita mampu berdiri tegak dan menyelesaikan masalah yang dihadapi secara bijak. Meskipun versi asli film ini dirilis pada akhir era 90-an, Hanung menilai problematikanya masih sangat relevan dengan kondisi sekarang di tahun 2026.
Namun, demi mempertahankan kedalaman emosi, film adaptasi ini sengaja menggunakan latar waktu tahun 1988. "Saya ingin meniadakan aspek digital handphone, WhatsApp, dan sebagainya. Betul-betul kami di SD Muhammadiyah komunikasi langsung, guru dan murid, orang tua dan guru, orang tua dan anak, anak dan anak," katanya.
Hanung menyoroti isu yang menarik yakni pentingnya sepasang sepatu bagi anak sekolah yang kerap diabaikan orang tua karena desakan ekonomi. Bergerak dari keprihatinan tersebut produksi film ini bersinergi dengan platform donasi online untuk menggelar aksi sosial penyerahan sepatu.
Apresiasi tinggi pun datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah Salmah Orbayinah yang menilai karya ini sarat akan nilai perjuangan dan pesan religius yang kuat. "Orang-orang dalam film ini berjihad semua ayah, Ali, ibu. Ali bisa meraih juara satu padahal tidak berharap, tapi Allah berikan yang terbaik. Siapa saja yang berjihad maka Allah tidak hanya beri satu jalan, banyak jalan untuk menuju kesuksesan," katanya.
Salmah juga menambahkan bahwa film ini berhasil memotret dunia pendidikan anak dengan sangat manis melalui kacamata keluarga karena menyentuh ranah kedisiplinan yang dibalut dengan semangat kasih sayang. "Selamat Mas Hanung, ini pendidikan karakter. Film ini bukan cuma tentang guru dan anak, tapi orang tua, sehingga film keluarga yang manis. Memang disiplin tapi tetap dengan kasih sayang dan kemanusiaan,” ujarnya.
Dukungan senada juga mengalir dari PP Muhammadiyah melalui Prof. Irwan Akib. Ia mengapresiasi Hanung Bramantyo karena telah melahirkan sebuah film yang sangat kuat dalam mengajarkan pendidikan karakter secara nyata dan kontekstual. "Riil bagaimana perjuangan seorang anak, ibu dan bapak, guru yang empati ke anak. Itu penting semuanya dimiliki. Daripada kita teori, kita nikmati ini film. Ini riil," ujar Prof. Irwan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....