Bukan Sekadar Koleksi, Bahramus DIY Sebut Barang di Museum Miliki Ilmu Pengetahuan

  • 17 Sep 2026 10:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY menilai barang yang tersimpan di sebuah museum bukan sekadar koleksi untuk dipajang dan dilihat, tetapi memiliki nilai ilmu pengetahuan yang dapat dikaji.

Ketua Barahmus DIY, Ki Hajar Pamadhi, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap museum selama ini masih terbatas pada tempat penyimpanan dan memajang barang-barang kuno. Padahal, setiap koleksi museum dapat dikaji dari berbagai aspek untuk menghasilkan pengetahuan.

“Museum itu koleksinya bisa direkonstruksi sehingga menjadi ilmu pengetahuan yang banyak. Bisa dengan mekanika, bahasa, teknologi pada saat itu, maupun sosiologi,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan kisah Pangeran Diponegoro yang juga terdapat di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, dalam cerita sejarah disebut menggunakan payung ketika menghadapi tembakan. peristiwa tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan hal mistis, tetapi dapat dikaji menggunakan teori mekanika.

“Misalnya Diponegoro ketika perang hanya menggunakan paying. Orang mengatakan itu gugon tuhon dan mistik. Sebetulnya tidak mistik. Itu bisa dijelaskan dengan teori mekanika. Payung itu kalau diputar sangat cepat, peluru bisa tidak mengenai sasaran karena terpental akibat putaran,” ucapnya menjelaskan

Ki Hajar juga mencontohkan kisah Jenderal Sudirman yang melakukan perjalanan gerilya hingga sekitar 1.000 kilometer. Salah satu makanan yang dibawa dalam perjalanan tersebut adalah nasi kepel yang awet hingga 3 hari.

Ia menjelaskan, makanan tersebut dibuat dengan teknik tertentu sehingga dapat bertahan selama beberapa hari dan tetap dapat dikonsumsi dalam perjalanan. “Itu tidak menggunakan teknologi apa-apa, tetapi dengan teknik khusus. Makanya sekarang sedang dipelajari. Ternyata zaman dulu orang-orang pintar, cuma kita tidak mengerti,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan perkembangan ilmu permuseuman saat ini membuat pemanfaatan koleksi museum semakin luas. Analisis dan pengembangan koleksi dapat membuka berbagai perspektif baru sehingga museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....