Koseta DIY Gelar Salaman Istimewa, Seniman Budayawan Rajut Kebhinekaan
- 12 Apr 2026 14:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Koperasi Seniman Budayawan Yogyakarta (Koseta) DIY menggelar kegiatan Salaman Istimewa bertajuk Merajut Indonesia Rumah Kebhinekaan di Gallery Saptohoedojo Yogyakarta, Minggu 12 April 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah seniman dan budayawan Yogyakarta.
Ketua Koseta DIY, Sigit Sugito mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum syawalan yang dikemas dengan pendekatan lebih akrab. Istilah salaman dipilih karena memiliki makna yang lebih intim dan tidak formal.
“Ini sebenarnya substansinya sawalan, tetapi kami memilih diksi salaman karena terasa lebih intim dan tidak terlalu formal,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.
Sigit menjelaskan, tema Merajut Indonesia Rumah Kebhinekaan diangkat sebagai refleksi kondisi bangsa yang dinilai membutuhkan suasana yang menyejukkan terkait kepribadian serta keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk merajut kembali nilai kebhinekaan dan memperkuat semangat persatuan. “Tema ini semoga menjadi rajutan ulang tentang kebhinekaan dan keberagaman yang kita miliki,” katanya.
Sementara itu, seniman Yogyakarta, Yani Saptohoedojo menilai tema kegiatan selaras dengan filosofi Jawa rukun agawe sentosa, crah agawe bubrah, yang menekankan pentingnya kerukunan sebagai sumber kekuatan bersama dan perpecahan membawa kehancuran.
Menurutnya, tradisi salaman dalam kearifan lokal Jawa tidak sekadar mempertemukan tangan, tetapi juga menyatukan hati. “Dalam setiap salaman ada keikhlasan untuk memaafkan, ada kerendahan hati untuk menerima dan ada komitmen untuk kembali membangun harmoni,” ujarnya
Yani menambahkan dalam dunia seni, nilai memayu hayuning bawana mengajarkan seniman untuk memperindah dan menjaga keharmonisan dunia. Seni dinilainya tidak hanya menjadi ekspresi estetika, tetapi juga jalan spiritual dan sosial dalam merawat kemanusiaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....