Operasi Pesta Copet Hadir di Yogyakarta, Bawa Kisah Pencopetan dan Komedi

  • 25 Agt 2026 16:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kota Yogyakarta menjadi salah satu tujuan roadshow film Operasi Pesta Copet persembahan Imajinari bersama Angin Segar dan Boss Creator yang digelar di 11 kota. Menghadirkan Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba produser Ernest Prakasa dan sutradara Edy Khemod yang membagikan proses kreatif di balik film Operasi Pesta Copet yang akan tayang 27 Agustus 2026.

Dalam acara temu media di Sahid Hotel and Convention Yogyakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026 Edy Khemod mengatakan, ide Operasi Pesta Copet berawal dari pengalaman Seringai saat menemukan fenomena pencopetan. Menurutnya, kejadian di Solo menjadi inspirasi utama setelah empat orang asal Jakarta tertangkap mencopet dalam konser tersebut.

Sutradara Film Operasi Pesta Copet, Edy Khemod. (Foto: Imajinari)

“Inspirasinya sebenarnya karena sering terjadi pencopetan di konser Seringai. Bagi saya itu fenomena sosial yang menarik. Dan jadi banyak pertanyaan yang menggelitik.Apakah mereka anak musik yang butuh uang, atau mereka copet jalanan yang belajar skenamusik? Bagi saya ini jalan ceritanya. Saya bisa membahas musik Indonesia tapi dari sudutpandang yang unik dan beda, yaitu dari sisi sosiologis yang terjadi di Indonesia tentang copet,” ujar sutradara Edy Khemod.

Meski mengangkat pencopetan, film ini memadukan persahabatan diantara Ijal, Adut, Tia, dan Melodi, serta menghadirkan komedi satir dan drama hangat dalam alur ceritanya. Ernest Prakasa menyebut film Operasi Pesta Copet menjadi salah satu produksi Imajinari dengan proses persiapan terpanjang sejak pengembangannya dimulai pada 2023.

Produser Film Operasi Pesta Copet, Ernest Prakasa. (Foto: Imajinari)

“Inginnya saat orang keluar, ingin merasakan kalau Operasi Pesta Copet adalah suguhanyang fresh, nekat, dan berani. Sebuah sajian yang jarang bisa ditemukan di bioskop Indonesia. Semoga penonton bisa menangkap spirit keberanian dan kenekatan di film ini,” ujar produser Ernest Prakasa.

Film Operasi Pesta Copet menjadi tantangan terbesar bagi Zulfa Maharani untuk membangun kemampuan bermain komedi secara konsisten. Begitupun dengan Kristo Immanuel merasakan tekanan serupa, tetapi kehadiran konsultan komedi Awe dan arahan Edy Khemod membantu proses tersebut.

“Saat reading semua jadi enteng karena komedi tidak bisa di satu orang,” ujar Kristo mengenai proses membangun kekuatan komedi bersama pemain.

Kristo Immanuel sebagai Adut di Film Operasi Pesta Copet. (Foto:Imajinari)

Sementara itu, Kawai Labiba mengatakan chemistry antar pemain terbentuk cepat karena seluruh pemain terbuka berdiskusi dan menghabiskan waktu bersama. Selain itu, Iqbaal Ramadhan mengungkapkan dirinya mengikuti workshop khusus untuk mempelajari teknik pencopetan sebagai bagian persiapan peran.

Menurut Iqbaal, proses tersebut menjadi pengalaman berharga karena pemain harus memahami gerakan hingga mampu melakukannya secara cepat. Selain berperan sebagai pemain, Iqbaal juga terlibat sebagai produser dan menyebut pengalaman tersebut memberinya banyak pembelajaran baru.

Edy Khemod menegaskan film ini tidak bertujuan membenarkan tindakan kriminal, melainkan mengajak penonton memahami fenomena pencopetan secara lebih manusiawi. Ia menyebut sebagian besar motif pencopetan berkaitan dengan persoalan ekonomi dan pengalaman hidup sulit yang pernah ditemuinya. (Vina Mufiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....