Jadi Nominasi Jejaring Kota Kreatif Unesco Kategori Film, Sleman Siap Go Hollywood

  • 22 Agt 2026 09:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Kabupaten Sleman resmi lolos seleksi tahap pertama pengusulan nominasi Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/ UCCN) periode 2027 pada kategori film. Sejumlah faktor turut mendukung Kabupaten Sleman untuk maju sebagai kota film dunia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar menjelaskan potensi ekosistem film di Sleman terbilang mumpuni. Setidaknya ada 16 komunitas film yang tersebar di Kabupaten Sleman. Tak hanya itu, ada juga 9 studio animasi film, 20 tempat produksi film, dan 5 gedung film yang berlokasi di Sleman.

Ada pula 3 stasiun televisi lokal serta sejumlah lokasi yang belakangan menjadi spot shooting film-film ternama. Seperti daerah Plunyon Kalikuning sebagai lokasi shooting film KKN Desa Penari, Candi Boko untuk film Ada Apa Dengan Cinta, dan berbagai spot lainnya di Kabupaten Sleman.

Selain itu, untuk semakin memperkuat ekosistem perfilman pihaknya juga turut membentuk Komisi Film Daerah.

“Untuk Komisi Film Daerah itu sudah selesai kita proses,” kata Abu Bakar saat jumpa pers di Kantor Setda Sleman, Jumat, 21 Agustus 2026.

Lolosnya Kabupaten Sleman pada seleksi tahap pertama UCCN tak lepas dari dukungan Universitas Amikom yang sebelumnya sukses dengan film animasi berjudul Battle of Surabaya. Rektor Universitas Amikom Suyanto menuturkan Kabupaten Sleman memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri film.

Terlebih, saat ini hampir 500 mahasiswa Universitas Amikom tengah menimba ilmu perfilman dengan didukung beasiswa Sleman Pintar yang diinisasi oleh Pemkab Sleman.

Gandeng aktor Hollywood

Di sisi lain, portofolio Kabupaten Sleman semakin kuat dengan film Ajisaka: The King and the Flower of Life yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Suyanto, yang juga berperan sebagai sutradara dan penulis film Ajisaka, mengatakan film ini turut menggandeng 15 aktor Hollywood ternama sebagai pengisi suara.

Di antaranya adalah Ryan Potter, Lucy Liu, Kevin Durant, dan aktor lainnya. Hal ini diyakini akan semakin memudahkan Kabupaten Sleman untuk melebarkan sayap perfilman di kancah Hollywood.

“Indonesia biasanya buat film untuk pasar Indonesia dibawa ke Singapura baru ke Asia Tenggara. (Sleman bagaimana?) Sleman dibawa ke Hollywood, disebarkan ke seluruh dunia. Itu yang membedakan,” kata Suyanto.

Suyanto menambahkan dengan kemampuan Kabupaten Sleman untuk melakukan ekspor film ke Hollywood, maka akan semakin banyak talenta muda yang dibutuhkan di industri perfilman dan turut mengurangi angka pengangguran. Dia juga meyakini, kemajuan industri film di Kabupaten Sleman akan turut menyumbang PDRB.

Sementara, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut industri film akan banyak menyerap tenaga kerja dan memberikan multiplayer effect yang signifikan. Menurutnya, 500-an mahasiswa yang kini berkuliah di Universitas Amikom akan menggandeng banyak pihak lainnya.

Di sisi lain, Harda mengaku pengembangan potensi ekonomi kreatif terus didorong di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di sektor formal.

“Pemerintah untuk memberikan ruang kerja seperti ASN dan sebagainya kan sangat terbatas. Sehingga kami sikapi kolaborasi di Sleman menjadi kota film. Karena ini memungkinkan, potensinya ada semuanya,” ucap Harda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....