Lebaran Skena, Cherrypop 2026 Satukan Puluan Band dan Hadirkan Area Menarik
- 10 Agt 2026 11:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Puluhan musisi dan band dari berbagai daerah akan tampil dalam festival musik Cherrypop 2026 bertajuk Repelita Musik di Kawasan Candi Prambanan pada 22–23 Agustus 2026. Menariknya, sejumlah musisi akan berkolaborasi dengan lintas band yang terbagi dalam empat stage berbeda. Program area menarik, juga akan mengisi festiaval tersebut.
Di hari pertama festival yang dijuluki dengan Lebaran Skena tersebut, FSTVLST akan membawakan set khusus "Paradoks Diametral", disusul Stars and Rabbit, Majelis Lidah Berduri, NDX AKA, Aftershine, Senyawa, Juicy Luicy, MALIQ & D'Essentials, Never Mind "The" (Kick Jeblogs Skit), ALI, Lipstik Lipsing, Idgitaf, Biru Baru, TheMilo, Murphy Radio Polka Wars with Alahad hingga Skandal yang akan tampil berbeda dengan kolaborasi bersama Fog String Quartet.
Dongker, The Panturas, Afterhours, Drizzly, Statelines, Untu, Moctar, Loomers, DARUMA Rollin', Domikado, In Inertia, Basajan, Teknoshit, Enjoy Drink, dan Pharaoh Southeast Asia juga akan tampil di hari pertama.
Sebagai pamungkas hari pertama, The Kick, The Jeblogs, dan The Skit akan meleburkan tiga watak dan tiga riwayat dalam satu pertunjukan bertajuk Never Mind "The": Generasi Baru Terbakar di Cherrypop.
Pertemuan band asal Kotagede, Klaten, dan Surakarta ini turut melibatkan Ican Harem alias Future Laundry, seniman lintas medium yang selama ini mempertautkan fesyen, subkultur, dan seni pertunjukan melalui praktik busana eksperimental berbasis olah ulang. Ketiga band itu akan saling mengambil alih lagu, bertukar personel, dan membaurkan tabiat musikalnya.
Sedangkan Ican merajut seluruh kegaduhan tersebut menjadi pertunjukan yang dapat didengar, dipandang, sekaligus dikenakan. Pada penghujung malam, batas antara konser, peragaan busana, dan seni pertunjukan dibiarkan terbakar bersama nama-nama mereka.
Di hari kedua, festival dibuka oleh peristiwa musikal OVN, diteruskan oleh Nadin Amizah, Reality Club yang akan membawakan set album "What Do You Really Know?", Pandai Besi, Goodnight Electric, Elephant Kind, Perunggu, Sal Priadi, The Adams, Sigmun, Swellow, Eleventwelfth, Kelompok Penerbang Roket, Orkes Pensil Alis, dan Bleeedrz.
Jimi Multihazam tampil dengan set debut album "Mollydenvm", Alkateri, Domapine, Syrian, Notyourwife, Lostineden, 510, The Bunbury, Strummer Electro, Scantofia, Olski, Kaneyorimasaru, Passive Income, LAUSBUB, Szetroom, Rokaroke, DabWok, dan Noire.
Kehadiran LAUSBUB, Kaneyorimasaru, dan DARUMA Rollin' membawa tiga suara berbeda dari Jepang. LAUSBUB hadir dengan denyut new wave dan elektronik, Kaneyorimasaru memainkan rock yang berakar pada kehidupan anak muda, sementara DARUMA Rollin' membawa semangat lintas budaya dari perjalanannya di Indonesia.
Cherrypop telah menjalin partnership komprehensif untuk tahun fiskal 2026 dengan Victor Entertainment, sebuah perusahaan yang telah menjadi pendorong kuat dalam skena musik Jepang selama hampir satu abad sejak didirikan. Partnership ini akan memfasilitasi berbagai inisiatif sepanjang tahun yang mendorong perpaduan antara musik dan budaya Jepang serta Indonesia, termasuk penampilan artis-artis yang bernaung di bawah Victor di Cherrypop.
Creative Director Cherrypop 2026, Arsita Pinandita atau yang karib disebut Dito, menjelaskan band yang akan tampil dalam gelaran tersebut telah melalui proses kurasi. Cherrypop mengundang sejumlah band berdasarkan kepopulerannya, kesesuaian dengan tema, band energi, hingga band mitos.
“Band energi adalah band-band yang sebetulnya menarik, tapi dia belum punya kesempatan untuk didengarkan audiens luas. Band energi ini kita cari dengan berbagai macam metode, mulai dari datang ke kota-kota,” ucapnya dalam konferensi pers yang digelar Jumat, 8 Agustus 2026 di Artotel Suites Bianti Yogyakarta.
“Dan yang paling terakhir kita selalu mengundang band-band yang disebut sebagai band mitos. Kenapa penting? Karena kami melihat band-band mitos ini adalah band-band yang punya narasi baik. Tapi banyak orang hanya mendengarkan lagunya, tapi tidak pernah melihat sosoknya.”
Selain suguhan musik di atas empat panggung Cherrypop, yaitu Cherry Stage, Nanaba Stage, Yayapa Stage, dan Chili Stage, hadir sejumlah program area yang bisa diakses selama festival.
Perwakilan Manajemen Cherrypop, Sofi, menjelaskan Pena Skena akan mengisi festival tersebut. Pena Skena merupakan workshop jurnalis musik. Jadi, ada workshop dan pesertanya nanti akan bisa mempublikasikan tulisannya.
Cherry District merupakan satu area oleh-oleh yang menjual merchandise resmi Cherrypop dan merchandise kolaborasi bersama beberapa band penampil yang dirilis eksklusif oleh Cherrymerch. Selain itu, ada Record Store yang menjajakan rilisan fisik dari CD, kaset pita, hingga vinyl, lengkap dengan program Signing Session.
Kemudian ada area Cherrykids untuk anak-anak dengan banyak kegiatan di sana. “Kita sediakan aktivasi ini untuk mewadahi anak-anak yang diajak orang tuanya ke Cherrypop. Jadi kita sediakan mereka workshop, kegiatan, ada dongeng, mewarnai, gambar, gitu pokoknya kita sesuaikanlah dengan usia-usia mudanya,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Art Exhibition juga hadir di sana. Selanjutnya, ada area Cherry Market dengan menghadirkan 50 tenant makanan dan minuman dari brand-brand FnB terkurasi. Sofi menambahkan tersedia juga area Community Corner, tempat teman-teman komunitas akan berkumpul dan berjejaring.
“Jadi mereka bisa bertukar cerita, bertukar cerita. Nanti ada kamera juga di situ. Mereka bisa saling sharing ya. Jadi kalau misalkan datang ke Cherrypop ini yang kita bawa pulang bukan makanan, tapi pengalaman teman-teman.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....