Campursari Meriahkan Kuliner Jogja Barat Dorong UMKM Lokal
- 18 Jun 2026 12:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta-Alunan tabuhan gamelan yang khas berpadu apik dengan riuhnya tawa pengunjung di Kuliner Jogja Barat (KJB), Jl. Ringroad Barat, Gamping, Ambarketawang, Sleman. Malam itu, suasana menjadi begitu regeng (meriah) berkat aksi panggung Woro Moro Entertainment yang berkolaborasi dengan Grup Campursari Ngudi Laras pimpinan dalang kondang asal Kulonprogo, Ki Samidi.
Kehadiran musik tradisional ini sukses menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin melepas penat sekaligus menikmati aneka kuliner lokal. Alunan instrumen gamelan yang berkarakter kuat malam itu semakin hidup berkat penampilan memukau dua biduan, Mamik dan Septi Avian. Keduanya sukses membius penonton lewat cengkok khas campursari mereka. Kemeriahan pun semakin pecah berkat kepiawaian MC Kudus yang interaktif, jenaka, dan lihai menghidupkan suasana di kala para pengunjung asyik menyantap hidangan.
Sambil menikmati lagu demi lagu, pengunjung dimanjakan dengan beragam pilihan kuliner dari UMKM setempat. Mulai dari kehangatan Sop Mbah Semar, gurihnya Sate Serundeng, pedasnya Sambal Lamongan, hingga aroma pikat dari Kopi Rindu Seduh serta produk UMKM kreatif lainnya.

Dibalik layar kemeriahan ini, ada sosok perempuan tangguh yang mendedikasikan dirinya untuk kelestarian tradisi. R.Ngt Adhyas Woro, pimpinan Woro Moro Entertainment, mengaku sangat bahagia bisa menghadirkan hiburan alternatif yang bermakna bagi masyarakat sekitar.
"Kalau dipikir untung (secara materi), jelas tombok. Karena keinginan saya cuma satu: UMKM akan tambah maju dan seni budaya tradisi tetap lestari," ujar perempuan yang akrab disapa Bunda Woro ini dengan tulus.
Bunda Woro berharap Kuliner Jogja Barat (KJB) bisa menjadi pilihan utama masyarakat untuk refreshing, di mana seni budaya dapat terus hidup berdampingan dengan perputaran roda ekonomi sekunder masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ki Samidi menyampaikan dukungan penuhnya terhadap dedikasi Woro Moro Entertainment. "Saya sangat mendukung sekali upaya Bunda Woro yang selalu melestarikan budaya Jawa. Tentunya, kalau tidak ada yang peduli, terus bagaimana kedepannya? Saya selalu siap untuk mengangkat kearifan lokal," kata sang Dalang.
Dampak positif acara ini dirasakan langsung oleh para pengunjung. Prasetyo, seorang warga yang sengaja datang jauh-jauh dari Pundong, Bantul, menuturkan rasa bahagianya bisa hadir di KJB malam itu.
"Senang sekali bisa menikmati sajian lagu campursari, bahkan bisa ikut njoget (menari). Lewat acara seperti ini, UMKM bisa ikut laris manis, dan kemandirian ekonomi masyarakat pun bisa dicapai," ujar Prasetyo dengan wajah sumringah.
Kombinasi antara musik campursari yang membangkitkan nostalgia, kehangatan kuliner lokal, dan semangat gotong royong terbukti berhasil menciptakan ruang ruang baru bagi ketahanan budaya sekaligus penguatan ekonomi warga Jogja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....