Prestasi YAKETUNIS Buktikan Potensi Besar Anak Tunanetra

  • 24 Mei 2026 20:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Yayasan Kesejahteraan Tunanetra Islam (YAKETUNIS) Yogyakarta terus melahirkan berbagai prestasi membanggakan dari para siswa dan alumninya. Tidak hanya di bidang akademik, siswa tunanetra binaan YAKETUNIS juga berhasil menorehkan prestasi nasional hingga internasional di bidang seni, olahraga, dan pendidikan tinggi.

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) A YAKETUNIS, Kustantini, SPd, mengatakan yayasan tersebut sejak awal memang didirikan untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan penyandang tunanetra melalui pendidikan dan pengembangan potensi diri. “Anak-anak di sini dibina agar memiliki kemampuan dan percaya diri untuk hidup mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, alumni YAKETUNIS kini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan profesi yang beragam. Banyak di antaranya menjadi guru SLB, dosen, hingga bekerja di Lembaga Pemerintahan. Bahkan salah satu alumninya diketahui menjadi bagian dari Ombudsman Republik Indonesia.

Di bidang seni, YAKETUNIS dikenal aktif mengembangkan bakat musik para siswa tunanetra. Sekolah tersebut memiliki studio musik dan rutin mengadakan pelatihan vokal maupun permainan alat musik. “Rata-rata anak-anak memang punya passion besar di bidang musik,” katanya.

Nama YAKETUNIS juga sempat dikaitkan dengan penyanyi muda berbakat Putri Ariani yang dikenal luas di tingkat nasional hingga internasional. Selain itu, sejumlah alumni juga aktif menjadi pengisi musik di berbagai tempat usaha dan acara publik di Yogyakarta.

Tidak hanya seni, prestasi olahraga siswa YAKETUNIS juga cukup menonjol. Beberapa alumni berhasil tampil pada ajang olahraga khusus penyandang disabilitas tingkat internasional seperti Paralimpiade dan kompetisi para cycling. Salah satu alumni bahkan meraih medali emas pada kejuaraan di Thailand.

Kustantini mengatakan prestasi lain juga datang dari bidang atletik dan pendidikan tinggi. Salah satu pengajar muda YAKETUNIS bernama Koswantoro berhasil memperoleh penghargaan mahasiswa berprestasi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). “Dia juga aktif mengajar adik-adiknya di sini sambil menyelesaikan kuliah,” ucapnya.

Dalam bidang akademik, siswa YAKETUNIS juga rutin menjuarai Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat nasional. Cabang lomba yang sering diikuti antara lain baca puisi, cipta puisi, menyanyi, hingga Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) menggunakan Alquran braille.

Ia menjelaskan prestasi tersebut tidak lepas dari metode pembinaan yang menyesuaikan minat dan bakat siswa. Selain pendidikan formal, siswa juga dibekali keterampilan vokasional seperti pijat dan kewirausahaan agar memiliki bekal hidup setelah lulus sekolah.

Menurut Konstantini, keberhasilan siswa dan alumni YAKETUNIS membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan bukan penghalang untuk berprestasi. Ia berharap masyarakat semakin terbuka dan tidak lagi memandang sebelah mata penyandang disabilitas netra. “Yang penting potensinya didukung dan dikembangkan dengan baik,” ujarnya.

Ke depan, YAKETUNIS berkomitmen terus menjadi ruang pendidikan sekaligus pengembangan bakat bagi anak-anak tunanetra di Indonesia. Yayasan tersebut berharap semakin banyak siswa tunanetra mampu meraih prestasi dan hidup mandiri di tengah masyarakat. “Kami ingin anak-anak tunanetra bisa percaya diri dan sukses sesuai kemampuannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....