Gebrakan Perdana JKFW 2026 di SCH, Wadah Profesional Model Cilik Unjuk Gigi

  • 24 Mei 2026 21:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Industri fashion anak dan remaja di Indonesia memasuki babak baru dengan dilaksanakannya pagelaran Jogja Kids Fashion Week (JKFW) 2026, sebuah perayaan mode yang pertama kalinya digelar oleh Asmat Pro Group bersama Sleman City Hall (SCH). Mengusung semangat kreativitas, keberanian berekspresi, serta kolaborasi lintas industri fashion Indonesia, gelaran tahun pertama ini diikuti 60 fashion designer dari 19 kota di Indonesia.

Direktur Asmat Pro Group, Nyudi Dwijo Susilo mengatakan, gelaran perdana JKFW ini mendapatkan antusias yang cukup baik. Hal ini terlihat dengan 60 fashion designer dan 600 model kids & teen yang menghadirkan energi muda, segar, dan penuh semangat di atas runway.

"Harapannya adalah, ke depan acara ini semakin bisa menjadi media untuk baik dari desainernya, dari modelnya, dari modeling school-nya ataupun pihak-pihak yang terkait itu bisa mengembangkan semua potensinya. Menjadi media tampil, media promo bagi mereka," katanya, Minggu, 24 Mei 2026.

Hadirnya JKFW 2026 ini sekaligus menguatkan posisi DIY sebagai pusat fashion, sedangkan dari sisi bisnis Nyudi menyebutkan, fashion kids and teen memiliki potensi yang sangat besar untuk digali. Disamping itu, ada misi edukasi yang mendalam penyelenggaraan JKFW terutama minat anak-anak yang tersalurkan secara terarah.

"Jadi kalau dari sisi bisnisnya seperti itu, tapi dari sisi edukasi artinya bahwa dengan adanya panggung yang profesional ini, membuat anak-anak yang punya minat di bidang modeling itu bisa tersalurkan dalam platform yang benar. Platform yang sesuai dengan tempatnya, bukan asal-asalan," ucapnya.

Digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, 23-24 Mei 2026, pada hari kedua ini terbagi 3 sesi seperti sesi 1, Sheenaraya dari brand SHEENARAYA asal Bekasi, Post Modeling brand GELISS X POST MODELING dari Salatiga, MISE brand MISSGOWN BY.MISE dari Malang, IKA Savitri brand SHOFIE COLLECTION by SAVITRI dari Nganjuk, dan R3tte Desainer brand FIRA MODELING DISABILITAS X REETE dari Surabaya.

Sedangkan sesi 2, Sheenaraya brand SHEENARAYA X AMS dari Bekasi, Ririt brand GRIYA BUSANA BY RIRIT dari Sidoarjo, Enny susilowati brand GUMEBYAR ING PRADA by MIRACLE PRO dari Purbalingga, Muhammad syam brand House of Samja dari Yogyakarta, Enny susilowati brand GUMEBYAR ING PRADA by MIRACLE PRO dari Purbalingga, Shila Z_S brand Shila Z_S dari Jember, Lucid by lucette brand Lucid by Lucette dari Semarang, dan Danny Dwa brand Danny Dwa dari Sidoarjo.

"Terus nanti malam itu (sesi 3) juga akan ada Asmat Pro Showcase ada seratus model yang tampil," ujarnya.

Adapun sesi 3, Febe Betania brand eRGa Fashion dari Solo, Mahardita by Dita Fitri dari Magelang, Nuansa by SMK NUSANTARA Wonosobo dari Wonosobo, Art Mode SMKN 1 Sapuran by Rina Amel Ismi dari Wonosobo. Lintang Fashion by SMK Negeri 1 Wadaslintang dari Wonosobo, Black Nature Heritage by SMK Ma'arif Sleman dari Yogyakarta, kebaya jogja by Duarte dari Yogyakarta, Maludra by Mariathika dari Magelang, Amung godhong by Retno Larasati dari Magelang, dan Crisantium by Tatok Prihasmanto dari Magelang.

Owner Lucette Entertainment School Semarang, Nisa Gunadi mengapresiasi penyelenggaraan JKFW tahun pertama yang dinilai lebih keren dan eksklusif. Karena diakui, gelaran khusus anak-anak ini menjadi ajang untuk mengasah kepercayaan diri pada anak-anak.

"Kegiatan yang menunjang kepercayaan diri pastinya, bukan hanya di bidang entertain saja tetapi menunjang kepercayaan diri dalam pendidikan formal juga. Jadi tujuan saya adalah kenapa anak-anak? Ya memberi kesempatan anak-anak untuk lebih percaya diri," katanya, menjelaskan.

Nisa Gunadi menyebutkan, karya yang ditampilkan mengedepankan kesesuaian, terutama untuk detail yang sopan dan tidak terlalu seksi. Sehingga kesan rapi dan sopan, namun tetap elegan bisa ditampilkan.

"Kalau dari Lucid by Lucette sendiri memang kita senang dan suka yang sesuai dengan anak-anak. Jadi desain dengan sesuai usia, sesuai karakter dan sesuai dengan konsep yang event itu diselenggarakan," katanya, menjelaskan.

Nisa Gunadi mengungkapkan, berbicara masalah anak, hal terpenting dalam mendidik adalah faktor kesabaran serta memahami karakter anak-anak, dan yang terpenting adalah cintailah anak-anak terlebih dahulu. Untuk kemudian diarahkan baik dari cara berpakaian, sosialisasi, dan membawa diri.

Hal senada diungkapkan Danny Dwa, fashion designer asal Sidoarjo. Menurutnya, meski ajang pertama kali, namun kemasan JKFW 2026 dirasa sudah bagus.

"Kalau menurutku sih kemasan pertamanya aja udah cakep. Entar pasti tahun-tahun berikutnya pasti lebih cakep lagi, kalau aku sih like sih sama acaranya," ucapnya, mengungkapkan.

Danny mengharapkan, JKFW ini menjadi pemicu gelaran fashion show di daerah lain, sehingga bisa memberikan ruang bagi anak-anak untuk terus mengembangkan diri.

Pada sesi penutup, publik disuguhkan ASMAT PRO Showcase yang menjadi media aktualisasi siswa-siswi ASMAT Pro Academy. Showcase ini merupakan bagian dari proses pembelajaran terstruktur yang memungkinkan para siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tampil langsung di panggung profesional.

ASMAT PRO Showcase berkolaborasi bersama pelaku UMKM fashion, fashion designer, serta SMK pendukung busana, dan diikuti oleh sekitar 100 siswa dari Program Modeling Personality serta Program Master of Ceremony.

Melalui Jogja Kidz Fashion Week 2026, penyelenggara berharap dapat membuka lebih banyak ruang kreatif bagi generasi muda Indonesia untuk berkembang di industri fashion secara profesional dan berdaya saing internasional.

Jogja Kidz Fashion Week 2026 akan kembali berlanjut melalui agenda berikutnya, yaitu Jogja International Kids n Teen Fashion Parade 2026 yang akan diselenggarakan pada 7–8 November 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....