Lestarikan Budaya Adiluhung, Komunitas Seni DIY Nobar Bareng

  • 13 Mei 2026 08:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pelataran Mandira Baruga, Purawisata, mendadak riuh oleh kehadiran ratusan penggiat seni dari berbagai sudut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bukan untuk tampil di atas panggung, kali ini para seniman lintas generasi tersebut hadir untuk menyaksikan pertunjukan legendaris Sendratari Ramayana dalam tajuk "Nonton Bareng (Nobar) Komunitas Seni", Rabu 13 Mei 2026 malam.

Acara ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi bertransformasi menjadi ruang silaturahmi akbar bagi komunitas seni se-DIY. Antusiasme terlihat jelas dari deretan kursi penonton yang terisi penuh, menciptakan atmosfer apresiasi yang kental terhadap warisan budaya adiluhung.

Ajang Sinergi dan Pelestarian Marketing Communication Mandira Baruga, Dimas Aditya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah interaksi aktif. Menurutnya, pertemuan antar-komunitas sangat penting untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring kreatif.

"Kegiatan ini menjadi tempat untuk saling mengisi program yang dilakukan para komunitas seni. Harapan besarnya tentu agar dunia seni budaya di Yogyakarta tetap hidup dan lestari," kata Dimas di sela-sela acara.

Salah satu kelompok yang hadir dengan formasi lengkap adalah komunitas Srikandi Pendapa Dalem. Para anggotanya mengaku sangat antusias bisa menyaksikan kembali kemegahan Ramayana di Purawisata. Selain sebagai motivasi dalam berkarya, kegiatan ini dianggap sebagai penyegaran mental (hiburan) di tengah padatnya aktivitas rutin komunitas.

Pertunjukan Sendratari Ramayana saat Anoman Obong. (Foto:RRI/Titik)

Dukungan Pemerintah dan Pakar Isti Sri Rahayu, S.Pd., Tim Ahli Pengembangan Budaya Mandira Baruga yang juga merupakan mantan penari legendaris Ramayana Ballet Purawisata, memberikan pandangan mendalam terkait konsistensi pementasan ini. Baginya, kehadiran komunitas adalah suntikan energi bagi para penari yang sedang bertugas di panggung. Keistimewaan Pertunjukan yaitu terdapat perbedaan antara pertunjukan reguler dan spesial; pada momen tertentu terdapat sesi Magnificient dan setahun 4 kali, Ulang Tahun DIY, Ulang Tahun Reinkarnasi Cinta Roro Jonggrang dan Ulang Tahun Ramayana sendiri. " Selain itu Rutinitas Kegiatan Ramayana Ballet Purawisata biasanya mengadakan nobar sebanyak 4 kali dalam setahun, salah satunya bertepatan dengan ulang tahun Kota Yogyakarta,"kata Isti.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning Krisnawati, S.I.P., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif "Nobar" ini. Menurutnya, pelibatan komunitas adalah kunci utama dalam menjaga ekosistem pariwisata berbasis budaya.

"Kami menyambut baik acara ini. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, kita semua turut menjaga seni budaya yang adiluhung. Yang terpenting adalah bagaimana pesan ini sampai kepada generasi muda agar mereka tergerak untuk ikut mengembangkan budaya kita ke depan," ujar Lucia Daning.

Melalui momentum silaturahmi ini, diharapkan semangat menjaga api kebudayaan di Yogyakarta tetap menyala, membuktikan bahwa Sendratari Ramayana bukan sekadar tontonan, melainkan identitas yang harus terus dijaga bersama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....