GIK UGM Tegaskan Tarif Sewa untuk Operasional, Bukan Sekadar Komersial

  • 29 Apr 2026 17:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Direktur Utama Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM), Alfatika Aunuriella Dini, menanggapi anggapan bahwa GIK UGM terlalu komersial dan memiliki tarif sewa yang mahal.

Menurutnya, penilaian mahal atau tidaknya tarif bersifat subjektif. Ia menjelaskan GIK merupakan unit penunjang universitas yang menjalankan operasional secara mandiri tanpa menggunakan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

“Tapi kalau ada tarifnya memang ada karena GIK itu sejatinya unit penunjang universitas. Untuk operasional GIK sendiri kami mandiri, tidak menggunakan UKT mahasiswa,” ujarnya dalam Podcast The Tribes

Ia menambahkan, penerapan tarif dilakukan untuk mendukung kebutuhan operasional GIK. “Ini kan pelayanan publik untuk masyarakat, jadi wajar kalau kita kasih tarif. Tarif itu untuk kontribusi operasional, kebersihan, listrik, dan macam-macam,” ucapnya.

Tika juga menegaskan GIK tidak semata-mata berorientasi komersial. Setiap tenant dan kolaborator tetap melalui proses kurasi agar selaras dengan tujuan pengembangan mahasiswa serta mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tenant bisa enggak membantu kita untuk mencapai tujuan utama supaya mahasiswa itu bisa dapat ke kerjaan dan juga skill-skill tambahan yang dibutuhkan industry,” kata Tika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....