Paguyuban Filmmaker Jogja Menggelar Syawalan Pererat Tali Silaturahmi

  • 26 Mar 2026 07:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Paguyuban Filmmaker Jogja bersama dengan Jogja Film Commision menggelar Syawalan untuk mempererat tali silaturahmi sesama filmmaker Yogyakarta. Bertempat di Bolo Space, pada tanggal 25 Maret 2026 lebih dari 70 peserta hadir dalam Acara Syawalan ini.

Peserta yang hadir merupakan kalangan filmmaker Yogyakarta, baik kru dibalik layar maupun aktor, serta masyarakat yang memiliki kecintaan pada industri film Yogyakarta. Acara syawalan dimulai pada pukul 15.30 WIB dengan diskusi bersama terkait dengan persoalan yang terjadi pada industri film baik itu nasional maupun Yogyakarta.

Diskusi dipimpin oleh DS Nugraheni sutradara film dokumenter yang telah menyutradarai berbagai film Dokumenter di Yogyakarta dan Berbagai Dokumenter di Indonesia. Sesi ini Dibuka dengan tanggapan dan penjelasan dari Hanung Bramantyo terkait industri bioskop nasional yang semakin maju pasca pandemi Covid-19, pentingnya menjaga Intelectual Property dalam sebuah karya film yang harus dijaga, serta menjelaskan beberbagai strategi yang harus dikuasai oleh filmmaker.

Momen diskusi dalam Syawalan yang diselenggarakan oleh Paguyuban FIlmmaker Jogja (Foto: Tim Dokumentasi Paguyubak Filmmaker Jogja)

Beberapa sutradara juga turut hadir serta memberikan beberapa penjelasan terkait persoalan industri film Indonesia maupun Yogyakarta. Salah satunya adalah Yosep Anggi Noen Sutradara film Laut Bercerita yang mengutarakan pendapat bahwa tidak perlu khawatir dengan kecerdasan buatan selagi manusia memiliki kreativitas dan kemampuan untuk membuat sebuah karya film.

Acara yang diselenggarakan oleh Paguyupan Filmaker Jogja ini tentunya bukan tanpa alasan. "Momentum Syawal ini, banyak filmmaker asal Yogyakarta yang pulang kampung ke Yogyakarta, sehingga kita buatkan acara ini, untuk saling bertemu, ngobrol satu sama lain, update kehidupan film," ujar Riza Pahlevi selaku Ketua Paguyuban Filmmaker Jogja dalam wawancara Bersama RRI, Rabu, 25 Maret 2026.

Sudut kanan yang di hadiri oleh banyak filmmaker asal Yogyakarta (Foto: Tim Dokumentasi Paguyuban Filmmaker Jogja)

Riza juga mengungkapkan bahwa industri perfilman Yogyakarta tumbuh dan berkembang berawal dari sebuah solidaritas paguyuban yang rukun. Dengan saling menolong dan mendukung untuk berkembangnya insan film dari Yogyakarta, membuat semangat pekerja film niscaya semakin meningkat, dan tidak ada rasa sendirian dalam berkarya.

Semakin malam topik pembahasan semakin banyak dan serius. "Bahkan yang awalnya mengira Maghrib sudah selesai, ternyata extend sampai malem, sampai acara ditutup, juga masih lanjut ngobrol satu sama lain," kata Riza Pahlevi dalam wawancara.

Dalam waktu dekat, Paguyuban Filmmaker Jogja, akan mengadakan sesi diskusi dan sharing untuk mendukung filmmaker yang akan mengikuti Jogja Pitch and Fund atau Kompetisi Pendanaan Film Pendek Danais. Acara ini akan diselenggarakan pada Bulan April, dan terbuka untuk umum bagi yang ingin mendiskusikan proposalnya menuju ke kompetisi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan DIY ini. (Jordan Oloan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....