Cerita Ilham Putra Sanjaya tentang Lagu "Rembulan Kutho Ngawi"

  • 17 Mar 2026 15:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dunia musik Campursari kembali menemukan napas baru. Adalah Ilham Putra Sanjaya, seorang musisi muda berbakat dari desa, yang sukses mencuri perhatian publik lewat karyanya bertajuk "Rembulan Kutho Ngawi". Sejak dirilis pada tahun 2023 di Ilham Official Channel, lagu ini telah menjadi jembatan emosional bagi para pendengar yang merindukan sosok Sang Maestro almarhum Didi Kempot.

Lagu ini tidak tercipta dari ruang hampa. Ilham mengungkapkan bahwa "Rembulan Kutho Ngawi" didasari oleh kisah nyata yang ia alami saat masih duduk di bangku SMA.

"Waktu itu saya dekat dengan seorang wanita cukup lama, bahkan sudah sangat akrab dengan keluarga besarnya. Namun, mungkin Allah belum merestui, hubungan itu harus berakhir," kata Ilham saat berkunjung ke RRI Pro4 Jumat, 13 Maret 2026..

Rasa sakit hati itulah yang kemudian ia tuangkan ke dalam selembar kertas hingga menjadi sebuah karya. Tak disangka, kejujuran dalam liriknya membawa keberuntungan. Setelah dirilis di TikTok, lagu ini meledak hingga mencapai 1,8 juta tayangan, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi seniman lokal.

Hal yang membuat suasana "ambyar" dalam lagu ini terasa begitu kental adalah hadirnya sentuhan melodi gitar dari eks gitaris almarhum Didi Kempot. Perpaduan musik Jawa yang khas dengan iringan melodi tersebut berhasil menghidupkan kembali memori kolektif penggemar Campursari.

Banyak pendengar yang berkomentar bahwa karakter vokal Ilham sangat mirip dengan Didi Kempot. Bahkan, saat tampil di Wonosobo, beberapa penggemar fanatik Sang Maestro mengaku terobati kerinduannya setelah mendengar suara Ilham secara langsung.

Meski sering dijuluki sebagai "penerus" atau dianggap memiliki suara yang identik, Ilham dengan rendah hati menegaskan posisinya. Ia merasa bangga bisa menjadi tombo kangen (obat rindu) bagi para Sobat Ambyar, meski ia tetap teguh pada identitasnya.

"Saya Ilham Putra Sanjaya, hanya seorang seniman kampung yang ingin berkarya. Sosok almarhum Didi Kempot adalah Maestro yang tidak akan pernah tergantikan. Tujuan saya bukan untuk menggantikan beliau, melainkan untuk terus melestarikan lagu-lagu Jawa agar tetap dicintai," ujarnya.

Melalui karya sederhana yang lahir dari tulisan tangan di selembar kertas, Ilham berharap musiknya bisa terus diterima dan menghibur seluruh masyarakat Indonesia. Ia membuktikan bahwa keterbatasan asal daerah bukanlah penghalang untuk menciptakan karya yang menyentuh hati jutaan orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....