Wisanggeni Anak Berbakat Istimewa, Kegigihan Yati Pesek Merawat Wayang Orang
- 04 Feb 2026 13:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dedikasi seniman kawakan, Yati Pesek, dalam menjaga nyala api seni Wayang Orang atau Wayang Wong seolah tak pernah redup. Melalui Padepokan Yati Pesek, sang maestro kembali menginisiasi sebuah pertunjukan kolosal yang mempersatukan seniman lintas daerah dan generasi dalam lakon bertajuk "Wisanggeni Anak Berbakat Istimewa".
Pentas yang akan digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Embung Giwangan, Kota Yogyakarta. Hal itu menjadi bukti nyata konsistensi Yati Pesek sejak era 2000-an merawat wayang orang. Sejarah mencatat kiprahnya yang melegenda saat mengisi paket siaran Wayang Orang Komedi Limbuk Cangik hingga Goro-Goro di televisi nasional yang melibatkan seniman se-Jawa.
Salah satu misi besar dalam pertunjukan kali ini adalah menghapus sekat antara seniman Yogyakarta dan Surakarta. Wayang Orang kolaborasi ini dirancang sebagai wadah pemersatu, di mana tidak ada perbedaan antara seniman akademik maupun awam.
"Tujuannya hanya satu, melestarikan seni budaya. Di sini, semua melebur, baik dari Jogja maupun Surakarta, untuk bersama-sama menumbuhkembangkan Wayang Orang," ujar Yati Pesek, Senin, 2 Februari 2026.
Seniman serbabisa, Dalijo Angkring, yang turut memperkuat tim panggung, menyebutkan bahwa keunikan pentas ini terletak pada keterlibatan sekitar 50 pemain yang berasal dari berbagai kelompok usia. Dari anak-anak, remaja, hingga seniman usia lanjut akan tampil dalam satu panggung harmoni.
Menariknya, dalam lakon ini, Yati Pesek tidak hanya berada di balik layar. Ia akan ikut berperan sebagai sosok Emban yang bergabung bersama para Punakawan. Kehadirannya dipastikan akan memberikan warna tersendiri, mengingat keahliannya dalam memadukan pakem wayang dengan banyolan segar yang mendidik.
Dalijo Angkring berharap langkah yang diambil Padepokan Yati Pesek dapat menjadi motor penggerak bagi kelestarian budaya secara berkelanjutan.
"Harapannya, karya ini terus berlanjut. Ini bukan sekadar tontonan, tapi upaya kita bersama agar generasi muda, baik dhalang, penari, hingga pengrawit, memiliki ruang untuk terus berkarya," ujar Dalijo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....