Bertahan Sejak 1875, Jampi Asli Jadi Legendaris

  • 26 Jan 2026 18:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Keberadaan Jamu di Yogyakarta telah menjadi ruang hidup yang telah diwariskan secara turun – temurun. Salah satu warung jamu yang masih bertahan adalah warung jamu jampi asli yang berada di Jalan Brigjen Katamso nomer 132, Kampung Dipowinatan, Kota Yogyakarta.

Generasi kelima Jampi asli, Joni Wijanarko, mengatakan bahwa karena keprihatinan Kertowiryoharjo pada tahun 1875 kepada anak kecil yang sulit makan dari situlah kemudian mendirikan usaha jampi asli. Sementara itu, untuk memberikan jamu kepada anak kecil dengan cara di-cekok.

“Karena saya generasi kelima, jadi ada cerita turun temurun, jadi pertama kali Kertowiryo Raharjo mendirikan usaha jampi asli pada tahun 1875, kemudian diteruskan oleh eyang Karsowijoyo, lalu diteruskan oleh eyang Abdul Rosyid, kemudian diteruskan bapak saya, bapak Zaeli. Kemudian beliau merasa kurang mampu untuk melanjutkan usaha tersebut lalu di tahun 2013 saya diminta untuk meneruskan usaha jampi asli ini hingga saat ini,”kata joni.

Di warung jamu jampi asli, pelanggan bisa melihat beberapa foto yang terpajang di dinding. Foto tersebut berisi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan warung jamu jampi asli dari generasi ke generasi.

Joni juga mengatakan bahwa awalnya generasi pertama memberi nama jampi karena berasal dari krama inggil kata jamu yaitu “jampi” sehingga “jampi asli” merujuk kepada jamu asli. Kemudian dalam pembuatan jamu di jampi asli masih menggunakan cara tradisional tanpa menggunakan bahan kimia.

Jampi asli menyediakan 25 menu, namun di warung ini menu yang sangat laris adalah jamu cekok, beras kencur, kunir asem, galian putri, galian kakung, uyup – uyup, pegel linu dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, beberapa manfaat yang terkandung didalam jamu, diantaranya temulawak sebagai menambah nafsu makan, temuireng, digunakan sebagai obat cacingan dan masih banyak lagi.

“Misalnya anak datang biasanya nggak cuma nggak mau makan, kadang batuk, kadang batuk pilek gitu. Jadi ada kayak gatal-gatal kemudian bahan jamu cekok itu tadi ditambah bahan lain sesuai dengan keluhan si anak gitu,”ujarnya.

Metode memaksa atau di-cekok digunakan kepada bayi atau balita yang masih sulit minum menggunakan gelas. Cara meminumkannya dengan membungkus jamu dengan kain, lalu kain yang berisi jamu tersebut dimasukkan kedalam mulut bayi dan diperas, sehingga jamu yang ada didalamnya akan keluar dan tertelan oleh anak tersebut.

Selain itu, semenjak berdirinya Jampi Asli sejak 1875, pada tahun 2014 jampi asli mendapatkan penghargaan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dalam melestarikan adat dan tradisi di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Victorio Firsta).

Rekomendasi Berita