Kreatif, UMKM Jogja Sulap Roti Bermotif Batik Jadi Pilihan Oleh-Oleh
- 14 Agt 2026 20:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kota Yogyakarta tak pernah habis menyuguhkan daya tarik wisata dan kreativitas kulinernya. Di tengah menjamurnya beragam produk oleh-oleh, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal terus berinovasi memanfaatkan kearifan budaya daerah guna memikat daya beli wisatawan.
Salah satu inovasi unik lahir dari tangan Ester, pemilik usaha kuliner Roti Batik Jenk Nik. Ia berhasil memadukan kelezatan roti dengan keindahan seni hias motif batik khas Yogyakarta. Inovasi ini menghadirkan pengalaman menikmati kudapan yang tidak hanya lezat di lidah, tetapi juga sarat akan estetika budaya lokal.
Ester mengungkapkan, ide membuat roti bermotif batik ini berawal dari keinginannya menghadirkan oleh-oleh yang "Jogja banget" dan berbeda dari produk pasar mainstream. Setiap permukaan roti dihias secara presisi menggunakan motif-motif ragam hias batik tradisional yang menjadi ciri khas Yogyakarta.
"Kami ingin membawa kearifan lokal ke dalam bentuk produk kuliner modern. Motif batik ini menjadi identitas visual yang langsung mengingatkan orang pada kebudayaan Yogyakarta," ujar Ester Kamis 13 Agustus 2026 kepada RRI.
| Baca juga: UMKM Berdaya, Ekonomi Warga Sejahtera |

Langkah kreatif Ester terbukti ampuh menarik perhatian para pelancong. Roti Batik Jenk Nik kini mulai banyak diburu wisatawan yang berkunjung ke Kota Gudeg. Cita rasa yang lembut berpadu dengan visual produk yang estetik menjadikannya daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman baru.
Kehadiran Roti Batik ini memberikan warna baru dalam lanskap industri oleh-oleh Yogyakarta dan sudah bisa di dapatkan di di media sosial, juga toko Oleh-oleh yang ada di Yogyakarta.. Jika selama ini wisatawan identik memboyong bakpia sebagai buah tangan utama, kini Roti Batik Jenk Nik hadir menjadi alternatif pilihan favorit yang tidak kalah berkesan.
Bagi para wisatawan, membawa pulang Roti Batik bukan sekadar membeli kudapan manis, melainkan juga membawa potongan nilai budaya dan kenangan dari Yogyakarta. Pendekatan berbasis kearifan lokal seperti ini menjadi bukti nyata bagaimana pelaku UMKM mampu bertahan dan bersaing melalui kreativitas tanpa kehilangan akar budayanya.
Inovasi Roti Batik Jenk Nik ini diharapkan dapat terus menginspirasi para pelaku UMKM lainnya di Yogyakarta untuk terus mengeksplorasi potensi budaya lokal ke dalam produk ekonomi kreatif yang bernilai jual tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....