Kwarasan Kulon Kembangkan UMKM Jamu Berbasis Tanaman Obat Keluarga
- 07 Agt 2026 16:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Jamu Seger Waras di Padukuhan Kwarasan Kulon, Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan perkembangannya dalam memberdayakan ekonomi warga lokal. Usaha berbasis kelompok ini berawal dari pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dirintis sejak tahun 2022.
Pengelola Jamu Seger Waras, Suhartoyo, mengungkapkan bahwa usaha ini bermula dari skala kecil di tingkat RT hingga akhirnya berkembang mencakup tujuh RT di Padukuhan Kwarasan Kulon. Dalam perjalanannya, kelompok usaha ini mendapatkan pembinaan serta kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk bantuan benih tanaman obat seperti jahe, laos, kunyit, dan temu ireng.
"Pada tahun 2025 kami juga bekerja sama dengan Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. Kami diperkenalkan dengan pengolahan produk jamu modern hingga melakukan studi banding ke Magelang dan berkolaborasi dengan produsen jamu lokal di Gunungkidul seperti Naheira Jamu," ujar Suhartoyo dalam wawancara rekaman siaran Teras UMKM Pro 4 RRI Yogyakarta Kamis, 6 Agustus 2026.

Saat ini, Jamu Seger Waras memproduksi sekitar delapan varian jamu, di antaranya telang, secang, kunir asam, beras kencur, dan gula jahe, baik dalam bentuk cair maupun bubuk. Proses produksi dilakukan secara bergotong royong oleh sekitar 15 orang ibu-ibu PKK perwakilan dari RT 1 hingga RT 7. Pembagian tugas dibuat sistematis, mulai dari meracik resep, menimbang, mengupas bahan, memasak, hingga pengemasan.
Sistem produksi dan penjualan disesuaikan dengan akumulasi pesanan yang masuk melalui media sosial anggota. Dalam seminggu, produksi dilakukan maksimal tiga kali. Meski pemasaran saat ini masih berfokus di tingkat lokal karena sedang menyelesaikan legalitas NIB, P-IRT, BPOM, dan sertifikasi halal, usaha ini sudah mampu memberikan imbal hasil bagi para anggotanya.

Sementara itu, Kepala Padukuhan Kwarasan Kulon, Nita Febri Avisha, mengapresiasi keaktifan warganya. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah positif bagi masyarakat untuk belajar berwirausaha yang hasilnya dapat kembali dirasakan oleh warga sendiri. Selain usaha kelompok seperti Jamu Seger Waras, berbagai variasi UMKM individu juga terus tumbuh dan berjalan aktif di Padukuhan Kwarasan Kulon.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....