Kisah UMKM Seblak Baraka Sundanese, dari Yogyakarta Tembus Pasar Internasional

  • 26 Mei 2026 07:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Siapa sangka jika seblak, jajanan khas Sunda yang sedang menjadi tren dan digemari berbagai kalangan bisa tembus pasar Internasional. Seblak Baraka Sundanese milik Alvin kini bukan hanya menghiasi rak di swalayan ternama, tetapi juga laris di marketplace luar negeri yang menjual berbagai produk khas Indonesia.

Dalam oborolan UMKM Santai Siang Pro2 Jogja, Senin, 11 Mei 2026, Alvin bercerita, “Seblak Baraka bermula dari halaman kosong depan usaha laundry saya.” Saat itu istrinya menginisiasi resep seblak Sunda sambil mengisi waktu menunggu pelanggan laundry.

“Setelah pandemi lalu berkembang dengan membuat seblak kemasan agar produk bisa masuk diterima swalayan dan menjangkau banyak konsumen,” kata Alvin. Awalnya seblak Baraka tidak serta merta bisa menembus toko swalayan, bahkan Alvin harus mencoba berkali-kali, sampai akhirnya mendapat kepercayaan mengisi stok toko.

“Karena waktu itu banyak produk serupa, jadi swalayan tidak mau terima seblak saya, mba. Tapi ternyata setelah saya yakinkan kualitasnya, sekarang saya malah difasilitasi rak sendiri oleh swalayan, satu rak penuh itu isinya produk saya semua,” ujar Alvin mengisahkan perjalanannya mengembangkan Baraka.

Dalam pembuatannya, Baraka Sundanese mengembangkan sambal racikan mandiri tanpa tambahan penyedap buatan maupun bahan pengawet. "Kami melakukan pengujian mandiri selama tujuh bulan memastikan produk tetap aman tanpa pengawet tambahan," ujar Alvin.

Baraka Sundanese yang menghadirkan varian seblak, cuanki, dan baso aci, kini mulai dikenal konsumen Indonesia di Jepang melalui jaringan marketplace. “Selain Jepang, ada juga pembeli dari Taiwan yang repeat order karena menyukai seblak kami,” kata Alvin.

Mengomentari tembusnya Seblak Baraka ke swalayan dan pasar Internasional, Founder Bahana UMKM Bergerak Sleman, Tetra, berkomentar bahwa memang sejatinya keberhasilan pemasaran produk kuliner membutuhkan konsistensi. Bukan hanya di lini promosi, tapi juga keberanian menawarkan produknya.

"Seblak Baraka kalau saya lihat memiliki kemasan higienis, perizinan lengkap, serta kualitas bahan aman untuk dikonsumsi masyarakat, makanya bisa tembus swalayan," kata Tetra berkomentar. Kemasan higienis menurutnya juga kunci penting untuk menarik minat pasar internasional.

Tetra mengingatkan pelaku UMKM supaya tidak mudah menyerah ketika menawarkan produk kepada toko maupun jaringan pemasaran lainnya. "Pelaku UMKM harus percaya pada kualitas produknya sebelum memperluas pemasaran menuju toko swalayan," ujar Tetra menutup obrolan UMKM Pro2 Jogja siang itu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....