Kamera Ponsel Jadi Senjata Promosi UMKM Kreatif Yogyakarta

  • 11 Mei 2026 20:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perkembangan media sosial membawa perubahan besar dalam strategi pemasaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta. Kamera ponsel kini menjadi salah satu alat utama promosi yang banyak digunakan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Berbagai konten video pendek di platform digital mulai menggantikan metode promosi konvensional yang sebelumnya banyak digunakan.

Fenomena tersebut terlihat dari semakin maraknya konten promosi UMKM di media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels. Beragam jenis usaha mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan lokal memanfaatkan kamera smartphone untuk membuat video sederhana namun menarik perhatian calon konsumen. Konten yang menampilkan proses produksi hingga suasana toko dinilai lebih efektif menjangkau pengguna media sosial, khususnya generasi muda.

Pengamat ekonomi kreatif, Dimas Prasetyo, menilai perkembangan teknologi smartphone memberikan peluang besar bagi UMKM untuk berkembang di era digital. “Sekarang promosi tidak harus menggunakan kamera mahal atau produksi besar. Konten sederhana yang autentik justru lebih mudah menarik perhatian pengguna media sosial,” ujarnya.

Menurut Dimas, video pendek menjadi salah satu bentuk promosi yang paling efektif karena mampu membangun kedekatan antara pelaku usaha dan konsumen. Konten seperti proses memasak, pengemasan produk, hingga aktivitas sehari-hari di tempat usaha dianggap mampu menciptakan kesan lebih natural dan terpercaya di mata pelanggan.

Selain praktis, promosi menggunakan kamera ponsel juga dinilai lebih hemat biaya. Pelaku UMKM tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk membuat materi pemasaran karena kualitas kamera smartphone saat ini sudah cukup mendukung kebutuhan promosi digital. Dengan modal kreativitas dan konsistensi membuat konten, produk lokal dapat lebih mudah dikenal masyarakat luas.

Pelaku UMKM kuliner di Yogyakarta, Rani Wulandari, mengaku media sosial sangat membantu perkembangan usahanya. “Dulu saya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Sekarang setelah rutin membuat video di TikTok dan Instagram, pelanggan jadi semakin banyak,” ucapnya.

Perubahan pola promosi ini menunjukkan media sosial memiliki peran penting dalam perkembangan UMKM di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat. Banyak pelaku usaha kini lebih fokus membangun identitas merek melalui konten kreatif dibanding menggunakan promosi cetak atau metode pemasaran konvensional lainnya. Kondisi tersebut sekaligus menandai bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di Yogyakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....