AEPI DIY Tumbuh dari Kecintaan pada Ecoprint
- 08 Mei 2026 11:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Asosiasi Ecoprint Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (AEPI DIY) lahir dari rasa penasaran sejumlah perajin terhadap teknik ecoprint yang mampu menghasilkan motif alami dari daun dan tumbuhan. Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi kecintaan terhadap produk ramah lingkungan yang kini semakin dikenal masyarakat luas.
Ketua AEPI DIY, Vipia Yanuachandra, mengatakan komunitas tersebut mulai berdiri pada 2020 dengan semangat memperkenalkan ecoprint sebagai karya kreatif bernilai seni tinggi. Menurutnya, para anggota awalnya hanya ingin mencoba teknik ecoprint, namun lambat laun merasakan keunikan sekaligus kebahagiaan dari proses pembuatannya. “Pada awalnya kami hanya penasaran dengan hasil ecoprint. Lama-kelamaan kami merasakan bagaimana uniknya, bagaimana senangnya, bahagianya, sehingga akhirnya mencintai produk ecoprint,” ujarnya saat ditemui Kamis, 7 Mei 2026.
Dari kecintaan itu, AEPI DIY kemudian memiliki mimpi membangun sebuah galeri bersama yang menjadi wadah pemasaran karya para anggota. Galeri tersebut kini diisi sedikitnya 15 perajin ecoprint dari berbagai daerah di Yogyakarta dan masih terbuka bagi anggota baru yang ingin bergabung serta memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas.
Produk ecoprint yang dihasilkan para anggota pun terus berkembang dan tidak hanya diaplikasikan pada kain. Berbagai media seperti kulit, keramik, hingga kertas mulai digunakan untuk menciptakan beragam produk kreatif seperti tas, dompet, topi, sepatu, hingga aksesori lainnya. Menurut Vipia, inovasi tersebut menjadi kekuatan utama ecoprint agar semakin diminati masyarakat. “Media ecoprint sekarang ada di kain, kulit untuk tas dan dompet, keramik, kertas, bahkan sepatu dari kulit maupun kanvas juga bisa,” katanya.
| Baca juga: Satu Dasawarta Grebeg UMKM, Ekonomi Mumpuni |
Selain menjual produk, AEPI DIY juga menawarkan pengalaman dan edukasi kepada masyarakat mengenai proses pembuatan ecoprint. Dengan pengalaman para anggota yang telah menekuni bidang tersebut sejak 2020, komunitas ini berharap mampu membantu para pelaku ecoprint di Yogyakarta naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Ke depan, AEPI DIY berharap industri ecoprint Indonesia dapat berkembang hingga mendunia dan semakin dicintai generasi muda. Vipia optimistis karya berbasis alam tersebut memiliki peluang besar karena mengedepankan nilai seni, kreativitas, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. “Harapan kami industri ecoprint dapat mendunia dan disukai masyarakat luas, termasuk anak-anak muda agar mereka mencintai produk ecoprint,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....