Pelatihan Olahan Ikan Margokaton Disambut Antusias Warga

  • 29 Apr 2026 10:20 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kegiatan Alih Teknologi Informasi (ATI) berbasis olahan ikan kembali digelar di wilayah Margokaton, tepatnya di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Program ini menghadirkan pelatihan pembuatan produk olahan ikan yang praktis dan bergizi bagi masyarakat setempat, khususnya kelompok wanita tani.

Pelatihan yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 ini diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dislautkan DIY) bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY Sofyan Setyo Darmawan. Kegiatan ini menggandeng ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki sebagai peserta utama dengan tema pengolahan pangan berbasis ikan yang mudah, enak, dan bernilai gizi tinggi.

Minni Gunawan berbagi inspirasi dan strategi dalam pelatihan ATI di Margokaton. (Foto: Minni Gunawan)

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara membuat bola ikan keju serta pangsit ikan barracuda. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif para peserta yang mengikuti setiap tahapan proses, mulai dari pengolahan bahan hingga penyajian produk akhir yang siap dikonsumsi maupun dipasarkan.

Menurut Minni Gunawan, wilayah Margokaton memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan air tawar. “Margokaton, Seyegan, Sleman adalah wilayah agraris dengan ketersediaan air melimpah yang sangat mendukung budidaya ikan air tawar serta pengembangan olahan berbasis ikan,” ujarnya.

Sofyan Setyo Darmawan bersama Dislautkan DIY hadir di Margokaton, menguatkan inovasi olahan ikan dari dapur sederhana menuju peluang usaha yang lebih luas bagi ibu-ibu KWT Sri Rejeki. (Foto: Minni Gunawan)

Ia juga menambahkan bahwa Sleman sebagai salah satu pusat ekonomi di DIY membutuhkan variasi pangan yang beragam, termasuk produk olahan ikan yang bergizi dan terjangkau. “Produk olahan ikan seperti ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi keluarga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai peluang usaha rumahan,” katanya.

Selain praktik pengolahan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mengenai digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peserta diberikan pemahaman tentang strategi pemasaran digital agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ibu-ibu KWT Sri Rejeki Margokaton praktik langsung membuat bola ikan keju dalam pelatihan ATI mengolah ikan jadi pangan bergizi sekaligus peluang usaha rumahan yang menjanjikan. (Foto: Minni Gunawan)

Melalui pelatihan ATI ini, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta peluang usaha berbasis pangan lokal. “Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis ikan di wilayah ini,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....