Mariyu Cassava Eggroll Kembangkan Bahan Baku Lokal Jadi Produk UMKM yang Mendunia

  • 25 Mei 2026 17:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mariyu Cassava Egg roll adalah salah satu UMKM yang konsisten mengembangkan bahan baku lokal menjadi produk camilan unggulan Yogyakarta. Berbeda dengan egg roll pada umumnya, UMKM milik Diah Ayu Retno Wibisono ini memanfaatkan tepung mocaf Gunungkidul sebagai bahan utama produk egg roll premium.

Tepung mocaf (Modified Cassava Flour) adalah tepung singkong yang difermentasi sehingga memiliki karakteristik yang mirip dengan tepung terigu. Dalam obrolan UMKM Santai Siang di Pro2 Jogja, Senin, 25 Mei 2026, Ayu bercerita kalau pengembangan produk egg rollnya berlangsung sejak 2012 melalui berbagai percobaan.

Ia membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga 2019 untuk menemukan karakter tepung terbaik untuk menghasilkan tekstur egg roll yang lembut. "Kami sudah trial and error bertahun-tahun sampai akhirnya cocok memakai tepung mocaf dari Gunungkidul," ujar Ayu.

Ayu menjelaskan tepung mocaf yang menjadi bahan baku pembuatan Mariyu Cassava Egg roll adalah produksi Kelompok Wanita Tani Gunungkidul. "Jadi bukan produk pabrik besar mba, ini produksi rumahan tapi bisa produksi dalam jumlah yang lumayan," tutur Ayu bercerita.

Menurutnya, penggunaan bahan lokal menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha kuliner tersebut. "Kalau memakai tepung lain, hasil egg roll justru gagal dan teksturnya berubah, pernah coba dari Magelang, ya beda," katanya menambahkan.

Pertemuan Ayu dengan pemasok tepung terjadi dalam pelatihan UMKM yang difasilitasi pemerintah daerah. Dari pelatihan tersebut, Ayu bertemu Ibu Warti dan mulai menjalin kolaborasi usaha.

“Ikut pelatihan UMKM itu memang penting, kita bisa menambah jaringan dan berkolaborasi," ujar Ayu. Ia menilai jaringan antarpelaku UMKM penting untuk mendukung perkembangan usaha kecil.

Kini Mariyu memiliki beberapa varian rasa seperti original, kelor, jahe, hingga ikan nila. Seluruh varian tetap menggunakan bahan dasar tepung mocaf sebagai identitas produk lokal mereka.

Selain mengembangkan rasa, Mariyu juga menjaga kualitas produksi dengan dua karyawan tetap. Dalam sebulan, usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 500 toples egg roll.

Meski begitu, Ayu mengakui tantangan terbesar masih berkaitan edukasi pasar terutama terkait harga dan distribusi produk. Saat ini Mariyu belum memungkinkan untuk mengirimkan produk ke luar Yogyakarta lewat jasa pengiriman, karena egg roll produksinya memiliki tekstur lembut yang mudah hancur.

Namun, bukan berarti konsumen dari luar kota atau luar negeri tidak bisa menikmati egg roll Mariyu, mereka bisa membawanya sendiri untuk mengantisipasi kerusakan produk di perjalanan. “Kami punya misi ingin membawa rasa lokal supaya dikenal lebih luas hingga luar negeri,” kata Ayu, yang menyebut produknya sudah pernah dibawa wisatawan hingga Sumatera dan mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....